8 Cara Membuat Usaha Franchise Agar Berkembang

Bisnis sudah cukup berkembang? Dengan memiliki beberapa cabang. Tetapi Anda ingin sekali memperbesar pangsa pasar menjadi lebih luas lagi. Cara termudahnya adalah dengan menjadikan usaha Anda sebagai usaha franchise.

Cara mengembangkan usaha menggunakan cara franchise atau waralaba adalah salah satu teknik marketing yang paling efektif untuk dilakukan oleh sebuah brand yang sudah sukses. Waralaba merupakan cara efektif untuk bisa memudahkan Anda dalam memasarkan brand Anda.

Tetapi membuat usaha Anda yang tengah berkembang dijadikan usaha franchise tidaklah mudah. Karena banyak sekali yang harus Anda persiapkan. Sehingga Anda mengetahui cara membuat franchise dengan mudah.

Beberapa contoh franchise asal Indonesia yang sudah berhasil berkiprah sampai luar negeri adalah J.Co Donuts, Kebab Baba Rafi dan Alfamart. Ketiga brand tersebut memang sudah terkenal di Indonesia, jadi wajar saja jika pengusaha luar negeri melirik brand tersebut. Nah, sekarang adalah giliran Anda untuk melebarkan sayap dalam dunia waralaba.

8 Cara Membuat Franchise Bagi Pebisnis

Bila Anda sudah memutuskan untuk membuat franchise, maka simaklah cara membuat franchise yang ampuh sehingga membuat bisnis melebar di bawah ini :

1. Penyusunan Konsep yang Matang

Cara membuat franchise pertama yang harus dilakukan adalah menyusun konsep yang matang. Sebelumnya pasti Anda sudah menentukan jenis bisnis apa yang bisa di franchise.

Lalu, konsep yang disusun akan berkaitan dengan paket usaha yang diberikan kepada mitra usaha. Jadi, Anda pun harus mengambil keputusan apakah usaha yang Anda bangun cuma menjual brand atau disertai dengan komponen lain, seperti ketentuan produk-produk, booth dan semacamnya.

2. Menciptakan Brand

Franchise merupakan bisnis yang berhubungan dengan brand. Oleh karena itu, Anda harus membuat brand sendiri yang mencerminkan jenis usaha. Sebab, hal ini merupakan faktor terpenting. Mitra Anda harus mengetahui bisnis apa yang Anda jalani untuk bisa bekerja sama membangun franchise bersama mereka.

3. Jangan Lupa Mendaftarkan Brand

Setelah menciptakan brand, langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah dengan mendaftarkan brand. Berbagai bisnis di zaman sekarang ini sudah menjamur, sehingga terkadang akan dijumpai nama brand yang serupa.

Bahkan ada pula pihak tak bertanggung jawab yang mencoba memplagiasi brand Anda. Untuk mencegah hal ini terjadi, langsung saja daftarkan brand ke Ditjen Kekayaan Intelektual (DJKI).

4. Memperkirakan Lamanya Modal Kembali

Salah satu unsur yang dibutuhkan dalam membuka usaha adalah modal. Anda harus bisa memperkirakan berapa lama modal akan kembali kepada para mitra usaha.

Semua pebisnis pastinya menginginkan pengembalian modal dalam waktu yang singkat. Jika Anda dapat memperkirakan bahwa modal kembali dalam waktu cukup cepat, maka pasti banyak mitra bisnis yang tertarik membuka franchise dari Anda.

5. Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP)

Hal yang tak kalah pentingnya dalam cara membuat franchise adalah Standar Operasional Prosedur (SOP). SOP yang dibuat ini berguna supaya mitra usaha Anda tidak menjalankan bisnis franchise secara sembarangan.

Semua harus berjalan sesuai SOP yang telah Anda susun. Apalagi jika franchise yang diambil merupakan bisnis kuliner. Mulai dari bahan baku, bumbu-bumbu dan cara penyajiannya dilakukan berdasarkan SOP.

6. Penyusunan Perjanjian Waralaba Antara Kedua Belah Pihak

Setelah Anda menemukan pihak yang ingin melakukan waralaba, maka perlu dilakukan penyusunan perjanjian. Perjanjian yang dibuat ini menjadi peraturan tertulis yang mengatur tentang tanggung jawab masing-masing pihak. Sebisa mungkin susunlah isi perjanjian dengan jelas, supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Beberapa hal yang bisa dicantumkan ke dalam perjanjian tersebut seperti masalah pembayaran, kontrak, dan lain-lain. Yang terpenting semuanya sesuai dengan kesepakatan. Sehingga nantinya tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

7. Membuat Bisnis yang Berkekuatan Hukum

Bisnis waralaba tidak bisa dilaksanakan begitu saja, tanpa mengikuti ketentuan hukum. Jadi, Anda dan mitra bisnis haruslah mendaftarkan usaha tersebut kepada agar memiliki ketentuan hukum. Hal ini sebagai tanda bahwa Anda dan mitra bisnis tidak menjalankan usaha secara ilegal, melainkan menurut perintah hukum yang berlaku.

8. Memasarkan Produk Waralaba

Pemasaran adalah langkah penting yang tak boleh ketinggalan. Tanpa kegiatan ini, usaha Anda maupun mitra bisnis tak akan dikenal oleh masyarakat. Pemasaran pada launching pembukaan bisa dilakukan dengan memberikan diskon. Langkah ini sangat wajar dilakukan bagi bisnis yang baru dibuka. Selain itu, Anda juga bisa coba memasarkannya melalui media online maupun media sosial.

Cara membuat franchise di atas cukup sederhana kan untuk dilakukan? Anda harus bisa membuktikan bahwa bisnis Anda patut dilirik. Wujudkanlah bisnis waralaba yang sukses dan membanggakan. Hingga bisnis franchise kamu memiliki ratusan ribu franchise di seluruh Indonesia. Membanggakan?

Baca juga : Potensi Besar Bisnis Waralaba di Indonesia

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *