[av_one_full first min_height=” vertical_alignment=” space=” custom_margin=” margin=’0px’ padding=’0px’ border=” border_color=” radius=’0px’ background_color=” src=” background_position=’top left’ background_repeat=’no-repeat’ animation=” mobile_display=”]

[av_image src=’https://solusiaccurate.com/wp-content/uploads/2019/03/Desain-tanpa-judul-5.png’ attachment=’3981′ attachment_size=’full’ align=’center’ styling=” hover=” link=” target=” caption=” font_size=” appearance=” overlay_opacity=’0.4′ overlay_color=’#000000′ overlay_text_color=’#ffffff’ animation=’no-animation’ admin_preview_bg=”][/av_image]

[/av_one_full][av_one_full first min_height=” vertical_alignment=” space=” custom_margin=” margin=’0px’ padding=’0px’ border=” border_color=” radius=’0px’ background_color=” src=” background_position=’top left’ background_repeat=’no-repeat’ animation=” mobile_display=”]

[av_textblock size=” font_color=’custom’ color=’#000000′ admin_preview_bg=”]
Software akuntansi sudah di gunakan disemua jenis perusahaan, fungsi dari software akuntansi adalah untuk mencatat transaksi keuangan yang berhubungan dengan bidang usaha tersebut, salah satunya adalah di bidang usaha Jasa. Software akuntansi di perusahaan jasa merupakan kegiatan mencatat semua transaksi yang mempunyai aktivitas ekonomis yang di tawarkan ke konsumen dalam bentuk tidak berwujud.

Karakter dari Perusahaan Jasa

Merujuk pengertian perusahaan jasa, maka dapat kita peroleh beberapa karakter dari perusahaan jasa. Adapun karakter nya seperti:

· Kegiatan utamanya menjual Manfaat Non Fisik

Karena perusahaan jasa tidak membuat produk, maka kegiatan utama perusahaan jasa pun hanya menawarkan Manfaat bagi konsumen tanpa wujud fisik.

· Tidak menyediakan produk dalam bentuk fisik

Seperti yang Anda tahu bahwa jasa merupakan bentuk intangible sehingga perusahaan jasa tidak menjual produk yang bisa disimpan atau dilihat. Meskipun produknya tidak dapat dilihat tetapi manfaat nya dapat dirasakan oleh konsumen atau penggunanya.

· Jasa yang Ditawarkan mempunyai Target Hasil

Jasa yang di tawarkan ke konsumen pasti memiliki satu target hasil yang akan di capai, karena itu konsumen berani membayar mahal untuk sebuah jasa. Target Hasil dari usaha jasa sangat subjektif, bergantung terhadap kepuasan konsumen atau pelanggannya. Sehingga, hasil usaha jasa tidak dapat disamakan antara satu konsumen dengan konsumen lainnya. Penyebabnya yakni karena ukuran kepuasan setiap orang berbeda.

  • Tidak ada harga pokok produksi

Karakteristik yang sangat membedakan antara perusahaan jasa dengan jenis perusahaan lainnya adalah tidak adanya Harga Pokok Produksi dan penjualan. Perusahaan jasa tidak melakukan kegiatan produksi barang karenanya ia tidak membutuhkan bahan baku produksi. Hal tersebut membuat laporan keuangan pada perusahaan jasa tidak terdapat informasi tentang harga pokok produksi dan penjualan.

·  Tidak ada standar harga yang umum

Kebutuhan konsumen atau pelanggan biasanya berbeda-beda tergantung keluhan atau keinginannya. Sehingga harga jasa tidak bisa dipatok secara umum dan harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Perusahan jasa juga memiliki Standart pembukuan, pada prosesnya untuk membuat laporan keuangan juga terdapat  siklus akuntansi perusahaan jasa. Dengan begitu laporan keuangan yang dihasilkan baik dan benar. Berikut siklus akuntansi perusahaan jasa:

1. Identifikasi dan Analisis Transaksi

Langkah pertama dalam siklus akuntansi adalah mengidentifikasi dan menganalisis  transaksi. Akuntan atau Anda harus mengidentifikasi transaksi sehingga dapat dicatat dengan benar. Tidak semua transaksi dapat dicatat, transaksi yang dapat dicatat adalah transaksi yang mengakibatkan perubahan posisi keuangan perusahaan, memiliki bukti dan dapat dinilai ke dalam unit moneter secara objektif. Setelah mengidentifikasi transaksi, Anda harus menentukan pengaruhnya terhadap posisi keuangan. Untuk memudahkan, Anda dapat menggunakan persamaan matematis yaitu

Aktiva = Kewajiban + Ekuitas.

2. Pencatatan Transaksi Kedalam Jurnal

Setelah informasi transaksi dianalisis, kemudian dicatat dalam buku jurnal. Jurnal adalah suatu catatan kronologis tentang transaksi-transaksi yang terjadi dalam suatu periode akuntansi.

3. Posting ke Buku Besar

Langkah selanjutnya yaitu mem-posting transaksi yang sudah dicatat dalam jurnal ke dalam buku besar. Buku besar adalah kumpulan rekening-rekening pembukuan yang masing-masing digunakan untuk mencatat informasi tentang aktiva tertentu.

4. Penyusunan Neraca Saldo

Neraca saldo adalah daftar saldo rekening-rekening buku besar pada periode tertentu. Cara menyusun neraca saldo sangat mudah, Anda hanya perlu memindahkan saldo yang ada di buku besar ke dalam neraca saldo untuk disatukan. Saldo pada neraca saldo harus sama jumlahnya.

5. Penyusunan Jurnal & Neraca Saldo Penyesuaian

Jika pada akhir periode akuntansi, terdapat  transaksi yang belum dicatat, atau ada transaksi yang salah, atau perlu disesuaikan maka dicatat dalam jurnal penyesuaian. Penyesuaian umumnya dilakukan  secara periodik, biasanya saat laporan akan disusun.  Kemudian, Anda juga harus membuat neraca saldo kedua dengan cara memindahkan saldo yang telah disesuaikan pada buku besar ke dalam neraca saldo yang baru. Saldo dari akun-akun pada buku besar dikelompokkan kedalam kelompok aktiva atau pasiva. Saldo antara kelompok aktiva dan pasiva pada neraca saldo ini juga harus seimbang.

6. Penyusunan Laporan Keuangan

Langkah selanjutnya yakni menyusun neraca saldo. Berdasarkan informasi pada neraca saldo setelah penyesuaian, tahap selanjutnya yaitu menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan yang disusun seperti:

  • Laporan laba rugi
  • Laporan perubahan modal
  • Neraca
  • Laporan Arus Kas

Transaksi Umum di Perusahaan Jasa

Perbedaan karakter antara jenis perusahaan juga menyebabkan adanya perbedaan untuk beberapa transaksi yang ada pada perusahaan jasa. Berikut beberapa Jenis Transaksi yang umum untuk Perusahaan Jasa :

·  Pembelian

Transaksi pembelian ini adalah kegiatan membeli suatu produk untuk di gunakan sendiri untuk menunjang kegiatan perusahaan. Transaksi pembelian yang dilakukan oleh perusahaan jasa seperti pembelian peralatan dan perlengkapan kerja. Semua itu dilakukan untuk memberikan pelayanan dan kepuasan kepada pelanggan.

  • Pendapatan

Seperti halnya perusahaan lain, perusahaan jasa juga memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan. Adapun pendapatan dari perusahaan jasa yakni pendapatan dari layanan yang telah diberikan. Oleh karena itu, para pengusaha jasa akan memberikan layanan yang terbaik. Transaksi pendapatan wajib dicatat dalam pembukuan perusahaan baik tunai maupun kredit.

·   Pembayaran Beban-Beban

Selain mengeluarkan uang untuk membeli keperluan seperti peralatan dan perlengkapan. Perusahaan jasa juga memiliki biaya atau beban. Adapun contoh beban-beban yang biasanya dikeluarkan seperti beban tagihan listrik, telepon, internet, administrasi, dan beban-beban lainnya.

·  Penerimaan Piutang

Piutang merupakan penjualan atau pemberian layanan yang dilakukan secara kredit. Sesuai dengan kebijakan/kesepakatan yang dilakukan maka konsumen akan melunasi pembayaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Sehingga pada waktu pelunasan piutang, perusahaan juga harus mencatatnya.

·  Penanaman Modal atau Investasi

Pada saat pertama kali didirikan pasti ada setoran modal dari pemilik atau pun investor. Nah, semua investasi juga harus dicatat dengan baik. Apalagi jika dana atau modal yang diperoleh dari pihak lain. Dengan demikian pembagian hasil dan pengembaliannya jelas.

Cara Mudah Melakukan Pencatatan Akuntansi di Perusahaan Dagang

Pencatatan akuntansi untuk perusahaan dagang walaupun lebih mudah di bandingkan perusahaan dagang. Menggunakan software Accurate untuk melakukan pencatatan akuntansi diperusahaan dagang sangat membantu sekali. prosesnya lebih mudah karena kita hanya mendaftarkan Jasa yang kita jual di software accurate, kemudian melakukan penjualan dan membuat tagihan untuk Jasa yang kita jual.

Video Software Accurate untuk di Perusahaan Jasa
[/av_textblock]

[/av_one_full]