[av_one_full first min_height=” vertical_alignment=” space=” custom_margin=” margin=’0px’ padding=’0px’ border=” border_color=” radius=’0px’ background_color=” src=” background_position=’top left’ background_repeat=’no-repeat’ animation=” mobile_display=”]

[av_image src=’https://solusiaccurate.com/wp-content/uploads/2019/07/Pengertian-fungsi-tujuan-dan-pengelompokan-biaya-dalam-akuntansi.png’ attachment=’4891′ attachment_size=’full’ align=’center’ styling=” hover=” link=” target=” caption=” font_size=” appearance=” overlay_opacity=’0.4′ overlay_color=’#000000′ overlay_text_color=’#ffffff’ animation=’no-animation’ admin_preview_bg=”][/av_image]

[/av_one_full][av_one_full first min_height=” vertical_alignment=” space=” custom_margin=” margin=’0px’ padding=’0px’ border=” border_color=” radius=’0px’ background_color=” src=” background_position=’top left’ background_repeat=’no-repeat’ animation=” mobile_display=”]

[av_textblock size=” font_color=” color=” admin_preview_bg=”]
Biaya dalam akuntansi (cost) merupakan semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi, Selain itu biaya dalam suatu bidang akuntansi mempunyai fungsi untuk proses pelacakan, pencatatan, dan analisis terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa.

TUJUAN BIAYA DALAM AKUNTANSI

menyajikan informasi Biaya yang tepat dan akurat untuk digunakan dalam berbagai tujuan. Dalam prosesnya penggolongan biaya akan tergantung pada maksud dan tujuan dari biaya tersebut digolongkan dimana untuk tujuan yang berbeda diperlukan penggolongan yang berbeda. Pada pelaksanannya tentu tidak ada satu model penggolongan biaya yang dapat dipakai untuk semua tujuan penyampaian informasi tentang biaya.

Dalam praktek akuntansi biaya mengenal penggolongan biaya menjadi empat kelompok besar yaitu :

  1. Penggolongan biaya sesuai dengan aktivitas perusahaan
  2. Penggolongan biaya sesuai dengan periode akuntansi ( pembebanan biaya)
  3. Penggolongan biaya terhadap perubahan aktivitas
  4. Penggolonggan  biaya sesuai dengan pusat biaya yang dibiayai

Biaya Sesuai dengan Aktivitas Perusahaan

Pada prinsipnya aktivitas perusahaan dibagi menjadi empat aktivitas utama yaitu : aktivitas  produksi, aktivitas  pemasaran, aktivitas administrasi dan umum serta aktivitas keuangan. Selanjutnya penggolongan biayanya adalah sebagai berikut :

Biaya Produksi yaitu semua biaya yang terkait dengan aktivitas pengolahan bahan baku menjadi barang jadi. Biaya produksi selanjutnya akan dibagi menjadi : biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Pamahaman biaya bahan baku dimulai dari barang yang akan dikonsumsi perusahan digolongkan ke dalam golongan bahan atau materials yang merupakan barang yang akan diolah menjadi barang jadi dan bahan non materials yang hanya dikonsumsi dan bukan merupakan bagian dari produk jadi. Bahan dapat digolongkan kedalam bahan baku (direct materials) dan bahan baku penolong atau pembantu (indirect material).

  • Biaya  bahan baku adalah harga perolehan bahan baku yang terpakai dalam pengolahan produk, demikian juga pada bahan baku penolong harga perolehan bahan penolong yang terpakai dalam pengolahan produk.
  • Biaya tenaga kerja adalah semua karyawan ataupekerja yang memberikan jasa bagi perusahaan dalam memproduksi barang atau jasa. Biaya tenaga kerja akan digolongkan sesuai dengan fungsinya seperti golongan tenaga kerja pabrik atau Produksi, golongan tenaga kerja administrasi dan umum dan golongan tenaga kerja keuangan. Biaya tenaga kerja akan dibagi menjadi dua bagian yaitu : biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung.
  • Biaya Pemasaran (Marketing Expenses) Biaya yang harus dikeluarkan untuk memastikan semua produk terbeli oleh konsumen. Contoh dari biaya pemasaran adalah biaya promosi dan Iklan yang dilakukan perusahaan.
  • Biaya Administrasi & Umum (General Administration ExpensesBiaya-biaya yang digunakan untuk mengkoordinasikan kegiatan produksi dan pemasaran produk, misalnya biaya gaji karyawan, overhead kantor, dan biaya terkait lainnya.
  • Biaya Variabel (Variable Cost) Komponen biaya yang berubah-ubah sesuai dengan volume produksi yang dihasilkan. Makin besar volume penjualan, makin besar pula biaya yang harus dikeluarkan.
  • Biaya Tetap (Fixed Cost) Biaya yang selalu konstan dan tidak dipengaruhi oleh volume produksi. Biaya tetap memiliki dua karakteristik, yaitu biaya tidak berubah atau tidak dipengaruhi oleh periode atau aktivitas terentu. Dan biaya per unitnya berbanding terbalik dengan perubahan volume. Bila volumenya rendah maka fixed cost atau biaya tetap tinggi, sebaliknya pada volume yang tinggi biaya tetap per unitnya rendah. Contohnya seperti, gaji karyawan toko komputer per bulan adalah Rp800.000. Jika dalam satu bulan toko tersebut hanya melayani 10x pembelian atau 30x, gaji karyawan tersebut tetap Rp800.000. Gaji tetap tersebut yang disebut sebagai fixed cost atau biaya tetap.

Berdasarkan Objek yang Dibiayai

Biaya Langsung (Direct Cost)

Biaya yang dapat diidentifikasi langsung berhubungan dengan produksi barang objeknya. Contohnya seperti biaya tenaga kerja langsung dan biaya bahan baku.

Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost)

Biaya yang tidak dapat diidentifikasi langsung dengan proses produksi secara keseluruhan. Contohnya biaya listrik, penyusutan mesin, upah mandor, dan biaya administrasi pabrik.

Demikian pengertian biaya, fungsi dan pengelompokannya dalam akuntansi. untuk membuat kelompok biaya secara mudah dan lengkap bahkan sampai ke kelompok akun lain seperti neraca dan laba rugi, Sekaligus sesuai dengan standart akuntansi, Menggunakan software akuntansi jauh lebih mudah karena sudah di rancang sesuai dengan struktur akuntansi Baik pada saat pengelompokan akun, penginputan dan juga pelaporan akuntansi Ddi dalam suatu bisnis atau Perusahaan.

Baca Juga: Fungsi software akuntansi untuk kegiatan akuntansi dan keuangan perusahaan
[/av_textblock]

[/av_one_full]