Posts

Maret Bulan Laporan SPT, Bisakah Target 85 Persen Wajib Pajak Tercapai?

, , ,

Musim pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) telah dimulai. Dalam aturannya memang untuk SPT PPh Pribadi, batas waktu paling lambat 3 bulan setelah akhir tahun pajak. Sedangkan untuk SPT Badan satu bulan tambahan setelah batas waktu pelaporan pribadi.

Baca Juga :

Artinya, paling lambat wajib pajak pribadi melaporkan SPT tahun pajak 2018 pada 31 Maret 2019. Sedangkan untuk perusahaan melaporkan SPT Badan pada 30 April 2019. Jika  terlambat tentu saja ada sanksi denda.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) , dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pun mulai menyurati para Wajib Pajak (WP) untuk mengingatkan kewajiban pelaporan tersebut. Pada tahun kali ini pemberian surat lebih masif karena target yang ditetapkan juga cukup tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan tingkat kepatuhan pelaporan SPT PPh pada tahun ini 85 persen. Angka ini meningkat dibandingkan realisasi tahun lalu yang tercatat 71 persen.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan, menjelaskan bahwa telah ada 3,2 juta wajib pajak yang menyampaikan SPT PPh tahun pajak 2018. Sebagian besar melaporkan melalui sistem elektronik e-Filing.

“Saya sampaikan data sampai dengan hari Sabtu 2 Maret 2019 sudah 3,2 juta SPT yang disampaikan oleh masyarakat. Tumbuh 20,5 persen dari angka yang sama dari tahun lalu,” kata Robert.

Dari jumlah tersebut, 90 persen dilaporkan melalui e-Filing. Sedangkan sisanya 10 persen dilakukan secara langsung melalui kantor wilayah pajak.

Angka yang sudah melapor ini terhitung kecil mengingat jumlah wajib pajak orang pribadi mencapai lebih dari 17 juta Wajib Pajak, di mana sebanyak 12,5 juta wajib pajak melaporkan SPT pada tahun lalu.

Yuks guuys segera lapor pajak, warga negara yang baik, yang tertib bayar pajak.

Hal-Hal Dasar Akuntansi Yang Harus Diketahui Founder Untuk Kemajuan Bisnisnya

, ,

Akuntansi Untuk Startup,

Dimana semua Founder Harus Memperhatikan Hal-Hal Dasar Akuntansi

Untuk Kemajuan Bisnisnya

 

Membangun bisnis yang sukses diperlukan banyak pilar yang akan menjadi fondasi dan menyangga keberlangsungannya. Sebagai salah bentuk bisnis yang beberapa tahun terakhir ini sedang berkembang pesat, startup juga tidak bisa terlepas dari kebutuhan akan pilar-pilar tersebut, yang salah satunya berdiri dalam bentuk prinsip dasar akuntansi untuk startup.

Sayangnya, masih banyak startup yang terkesan meremehkan pentingnya akuntansi dalam bisnis mereka sehingga mereka enggan untuk belajar. Semoga kamu bukan salah satunya, ya. Pasalnya, tanpa adanya pengetahuan dasar akuntansi, kamu tidak akan bisa membuat pembukuan yang benar. Pembukuan adalah proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data keuangan dan fisik yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, biaya, serta harga perolehan suatu penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi pada setiap tahun pajak berakhir.

Baca Juga :

Nah, pembukuan memiliki fungsi yang vital dalam perkembangan bisnis startup kamu, antara lain untuk memantau perkembangan keuangan, mengetahui perbandingan rencana kegiatan dan pelaksanaannya, dan tentunya menyusun laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran. Di dalam pembukuan, terdapat beberapa komponen dasar akuntansi yang wajib kamu pahami sebelum membuatnya untuk bisnis startup kamu.

  • Income Statement

Dasar akuntansi untuk startup pertama adalah income statement, atau kerap disebut sebagai laporan laba-rugi, yang digunakan untuk membandingkan total pendapatan dan total biaya selama satu periode tertentu (bulanan, per tiga bulan, per tahun). Banyak orang yang menganggap bahwa hasil akhir dari income statement memiliki jumlah sama dengan uang yang diterima. Hal ini tidak sepenuhnya salah karena bisa saja terjadi apabila bisnis startup kamu hanya melakukan penjualan dan pembelian secara tunai. Pada praktiknya, tidak semua penjualan dan biaya operasional dilakukan secara tunai.

Pelaporan profitabilitasnya melibatkan dua hal, yakni jumlah yang diterima (pendapatan/revenue) dan biaya yang diperlukan untuk memperoleh pendapatan (expenses). Kamu perlu ingat bahwa istilah pendapatan tidak sama dengan penerimaan dan laporan biaya tidak hanya menulis cek untuk membayar suatu tagihan.

  • Revenue

Kamu bisa mencatat pendapatan setelah bisnis startup kamu menghasilkan, bukan ketika perusahaan menerima uang. Mencatat pendapatan setiap kali memperoleh hasil merupakan bentuk dari salah satu prinsip akuntansi dasar yang dikenal sebagai revenue recognition principle.

Sebagai contoh, kamu memiliki bisnis startup dalam bidang penjualan sepatu untuk wanita. Pada bulan Maret, kamu berhasil menjual lima ratus pasang sepatu seharga Rp 200.000. Secara teknis, kamu pun memperoleh biaya sebesar Rp 100.000.000 pada bulan tersebut. Kamu lalu mengirimkan faktur kepada pembeli dan mengharuskan mereka untuk membayar pada tanggal 5 April. Nah, meskipun pembeli tidak akan membayar hingga tanggal 5 April, kamu harus tetap mencatat pendapatan bulan Maret dengan jumlah Rp 100.000.000 agar sesuai dengan seluruh jadwal pengiriman.

  • Expense

Komponen satu ini juga masih sejalan dengan revenue, yakni dicatat berdasarkan tanggal terjadinya sesuatu, bukan kapan biaya dibayarkan. Misalnya, masih pada bulan Maret, kamu menyewa jasa seseorang untuk melakukan packaging produk sepatu kamu, tetapi kamu dan orang tersebut sepakat untuk melakukan pembayaran jasa sebesar Rp 5.000.000 pada tanggal 3 April. Maka, biaya Rp 5.000.000 tersebut wajib dimasukkan pada laporan laba rugi untuk bulan Maret.

  • Balance Sheet

Dasar akuntansi untuk startup berikutnya adalah Balance sheet, atau neraca, laporan keuangan yang berisi jumlah aset perusahaan, liabilities, dan ekuitas pemilik saham pada satu waktu. Karena mencerminkan titik tertentu terhadap periode waktu, balance sheet dapat menjadi “gambaran” posisi keuangan bisnis startup kamu pada saat tertentu. Misalnya, kamu membuat balance sheet untuk tanggal 12 Januari, maka jumlah yang ditampilkan adalah saldo dalam rekening setelag semua transaksi yang berkaitan dengan tanggal 12 Januari selesai dicatat. Kamu bisa mengambil “gambaran” yang berulang dalam interval waktu yang tetap untuk mengathui perubahan aktiva dan dana dari waktu ke waktu

  • Aset

Aset mengacu pada seluruh hal yang dimiliki perusahaan, atau bisa juga disebut sebagai sumber daya perusahaan, seperti tanah, bangunan, mesin, kendaraan, dan lain sebagainya. Ada pula aset bernama account receivable atau piutang yang hampir selalu dimiliki perusahaan, termasuk bisnis startup kamu. Apabila kamu mengirim produk sepatu tetapi pembeli tidak segera membayar untuk pengiriman, maka jumlah utang untuk pengiriman langsung termasuk sebagai aset piutang.

Selain itu, kamu juga perlu mengetahui bahwa jumlah yang dilaporkan pada balance sheet untuk aset akan dikurangi secara rutin dengan penyusutan. Penyusutan ini merupakan bagian dari prinsip akuntansi dasar yang dikenal sebagai matching principle. Ia diterapkan khusus untuk aset yang masanya tidak terbatas seperti peralatan habis dipakai, usia bangunan, dan aset yang menjadi usang.

  • Liabilities

Liabilities merupakan kewajiban perusahaan, contohnya seperti jumlah hutang kepada orang lain. Kewajiban lain juga dapat berupa uang yang diterima di muka. Contohnya, kamu memiliki perjanjian dengan salah satu pelanggan yang melakukan prepaysebesar Rp 12.000.000 untuk pengiriman dua puluh pasang sepatu setiap bulan sejak Maret hingga Mei. Yang tersebut hanya akan menjadi pendapatan ketika kamu mengirimkan sepatu. Pada tanggal 1 Maret, bisnis startup kamu akan menunjukkan bahwa aset dana meningkat sebesar Rp 12.000.000, tetapi di sisi lain juga harus mencatat bahwa kamu memiliki kewajiban mengirimkan paket senilai Rp 12.000.000 dalam waktu tiga bulan.

  • Stockholder’s Equity

Jumlah ekuitas seharusnya persis dengan perbedaan antara jumlah aset dan jumlah kewajiban. Karenanya, banyak akuntan yang kerap menyebut ekuitas sebagai perbedaan dari aset dikurangi kewajiban. Akun saham biasa (commonstock) akan meningkat ketika bisnis startup kamu mengeluarkan saham dalam pertukaran untuk tunai. Sedangkan, akun saldo laba akan meningkat apabila bisnis startup kamu memperoleh keuntungan. Artinya, adanya pendapatan akan menyebabkan peningkatan ekuitas dan pengeluaran biaya menyebabkan penurunan ekuitas. Hal tersebut menggambarkan hubungan antara balance sheet dan income statement.

Cash Flow

Dasar akuntansi untuk startup berikutnya adalah cashflow. Melalui cashflow atau laporan arus kaskamu bisa mengidentifikasi kemampuan bisnis start up kamu dalam jangka waktu pendek dan aktivitas keuangan yang sedang dilakukan. Cashflow mampu menunjukkan kas yang dihasilkan di digunakan oleh kegiatan bisnis startup kamu, seperti aktivitas operasi, investasi, serta kegiatan pembiayaan. Umumnya, mayoritas informasi yang datang pada cashflow akan datang dari pengiriman langsung balance sheet dan income statement.

  • Entry System Ganda

Istilah satu ini juga kerap disebut dengan double entry, yakni konsep di mana setiap transaksi perusahaan menghasilkan jumlah yang tercatat pada setidaknya dua dari rekening sistem akuntansi.

  • Bagan Akun

Agar bisa memulai proses pengaturan sistem akuntansi, kamu perlu membuat daftar seluruh nama akun yang terkait dengan pelaporan transaksi bisnis startup. Nah, daftar tersebutlah yang disebut sebagai bagan akun atau chart of account. Selama menjalankan bisnis, kamu bisa menyesuaikan bagan akun untuk mengetahui akun mana yang perlu dihapus atau ditambahkan.

Itulah beberapa hal dasar akuntansi untuk startup yang perlu kamu dipahami oleh seluruh founder dari bisnis startup. Seperti yang ditekankan sebelumnya, anggap akuntansi sebagai salah satu pilar yang akan menjadi pondasi penyangga bisnis kamu. Jadi, jangan sampai kamu meremehkan ilmu yang satu ini, ya. 

Nah Untuk itu Software Accurate hadir sebagai platform atau aplikasi pembukuan yang dapat membantu untuk atur pencatatan,  dan keuangan perusahaan secara mudah, otomatis, tepat dan akurat. Software Accurate hadir dengan fitur-fitur yang sangat dibutuhkan oleh para startup. Semua fitur saling terintegrasi, dan update. Semua laporan keuangannya dapat disajikan secara REAL TIME!! yang dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan-keputusan penting.

 

YUKS COBA GRATIS 30 HARI ACCURATE ONLINE, DENGAN KLIK GAMBAR DIBAWAH INI

TANPA KOMITMEN APAPUN LOH !!

 

PUSING MEMBUAT SPT PPh Ps. 21?? YUK BIAR ACCURATE YANG KERJAKAN !

Membuat SPT PPh Ps. 21

Transaksi yang bisa menghasilkan Laporan ini bisa anda lihat di link-link berikut ini :

      1. Pembelian dengan Pemasok adalah orang pribadi

      2. Perhitungan PPh 21 atas gaji karyawan

      3. PPh 21 pegawai tidak tetap 

Laporannya bisa di akses dari menu Laporan | SPT PPh Ps.21:

1

2

Baca Juga : Membuat Pembayaran Gaji di Accurate Online

available for accurate online

YUKS COBA GRATIS 30 HARI ACCURATE ONLINE TANPA KOMITMEN APAPUN LOH !!

 

 

Contoh Laporan Keuangan Sederhana Untuk UKM Atau Bisnis Baru

Laporan keuangan merupakan hal yang harus dibuat oleh setiap pengusaha dalam periode waktu tertentu. Laporan keuangan akan membantu Anda dalam mengetahui kondisi finansial dari bisnis yang Anda jalankan. Namun, dalam penyusunan laporan keuangan ini ada banyak rangkaian yang harus dilakukan sehingga prosesnya pun memakan waktu cukup lama. Mempelajari cara membuat laporan keuangan belum cukup bila hanya dihafalkan, tapi harus langsung dipraktekkan. Berikut contoh laporan keuangan yang bisa Anda jadikan referensi.

Pertama-tama, yang perlu Anda lakukan adalah membuat transaksi penjualan dan transaksi pembelian. Dalam pembuatan ini, buku catatan yang dilibatkan adalah buku catatan pembelian, kas, persediaan barang, dan utang. Pertama-tama Anda harus menghitung neracanya dulu. Penghitungan neraca didapat dengan menghitung jumlah modal dan utang.

Contoh Soal:

Pada laporan keuangan , Pak Andi telah mendirikan bisnis kue nastarnya sejak satu tahun yang lalu dengan modal sebesar Rp5.000.000. Dari bisnisnya tersebut, jumlah keuntungannya terus bertambah hingga ia berhasil memegang uang tunai sebesar Rp3.000.000 saat ini. Di gudang terdapat persediaan barang sebesar Rp4.000.000. dalam melakukan kegiatan operasionalnya, Pak Andi juga utang ke supplier sebanyak Rp2.000.000. Pada tanggal 1 Desember, Pak Andi melakukan transaksi penjualan dengan seorang pelanggannya dan berhasil mengirim kue nastarnya sejumlah Rp1.000.000. lalu 3 hari setelahnya, pelanggannya yang ada di Lombok ingin memesannya juga sehingga transaksi yang terjadi sebesar Rp1.500.000.

Seperti yang telah disebutkan bahwa langkah awal adalah dengan membuat neracanya.

Neraca

Aktiva

Saldo

Passiva

Saldo

Uang Tunai

Rp3.000.000

Utang

Rp2.000.000

Persediaan Barang

Rp4.000.000

Modal

Rp5.000.000

Saldo Keseluruhan

Rp7.000.000

Saldo Keseluruhan

Rp7.000.000

 

Satu hal yang perlu diingat dalam pembuatan neraca adalah harus seimbang antara jumlah aktiva dan passivanya. Contoh neraca dia atas adalah neraca yang benar karena jumlah total keseluruhan antara kolom yang kiri sama dengan yang kanan. Setelah selesai, kini saatnya Anda menyusun perubahan. Adanya transaksi penjualan yang dilakukan Pak Andi akan mempengaruhi laporan pada buku kas dan buku penjualan. Berikut cara menyusun laporan keuangannya.

Buku Kas

Tanggal

Keterangan

Debet

Kredit

Saldo

30 November

Saldo kas awal

Rp3.000.000

Rp3.000.000

1 Desember

Penjualan Tunai

Rp1.000.000

Rp4.000.000

4 Desember

Penjualan Tunai

Rp1.500.000

Rp5.500.000

 

Buku Penjualan

Selain buku kas, Adana transaksi penjualan tersebut tentu saja juga harus dicatat ke dalam Buku Penjualan. Berikut rinciannya.

Tanggal

Keterangan

Jumlah

1 Desember

Omset

Rp1.000.000

4 Desember

Penjualan Tunai

Rp1.500.000

 

Dalam prakteknya, sebuah bisnis tak hanya menerima pendapatan sebagai hasil dari penjualan barangnya. Untuk bisa menghasilkan produk tersebut, sebuah perusahaan perlu mengeluarkan sejumlah uang tertentu yang disebut dengan biaya operasionalnya. Maka dari itu, laporan keuangan juga tak hanya seputar pendapatan tapi juga pengeluaran. Berikut lanjutan contoh soal mengenai pengeluaran bisnis Pak Andi.

Pada prakteknya, Pak Andi mengeluarkan biaya seperti membayar tagihan listrik sebesar Rp700.000 pada tanggal 6 Desember. Selain itu, untuk mendukung kegiatan promosinya beliau juga harus membayar tagihan internet sebesar Rp500.000 di hari yang sama. Pak Andi juga harus mengantarkan kue-kuenya ke para konsumennya sehingga ia pun menghabiskan uang Transport sebesar Rp100.000 seminggu setelahnya.  maka berikut penghitungan pada laporan keuangannya. Perlu Anda ketahui bahwa aktivitas pengeluaran ini akan mempengaruhi buku kas dan buku biaya.

Buku Kas

 Di buku kas, Anda harus mencatat semuanya, bukan hanya biaya tapi juga saldo awal serta hasil penjualan tunai yang diterima. Sehingga penulisannya sebagai berikut.

Tanggal

Keterangan

Debet

Kredit

Saldo

30 November

Saldo Kas Awal

Rp3.000.000

Rp3.000.000

1 Desember

Penjualan Tunai

Rp1.000.000

Rp4.000.000

4 Desember

Penjualan Tunai

Rp1.500.000

Rp5.500.000

6 Desember

Tagihan Listrik

Rp700.000

Rp4.800.000

6 Desember

Tagihan Internet

Rp500.000

Rp4.300.000

13 Desember

Biaya Transport

Rp100.000

Rp4.200.000

 

Buku Biaya

Berbeda dengan buku kas, di buku biaya ini Anda hanya memasukkan sejumlah biaya yang diperlukan untuk kegiatan operasional, tanpa harus menuli saldo serta penjualan tunai. Jadi, lebih sederhana dibanding buku kas.

Tanggal

Keterangan

Jumlah

6 Desember

Tagihan Listrik

Rp700.000

6 Desember

Tagihan Internet

Rp500.000

13 Desember

Transport Antar Barang

Rp100.000

 

 

Bagaimana, membuat laporan keuangan tidak sesulit yang Anda bayangkan, bukan? Dengan mengetahui prinsip dasar membuat laporan keuangan sederhana di atas, Anda dapat lebih mudah memahami kondisi keuangan Anda. Jadi, apakah Anda sudah siap membuat laporan keuangan Anda? Selamat mencoba

Semua laporan keungan ini daapt menggunakan dengan accurate online