Posts

Bangga Bayar Pajak, Jadi Pengusaha Kena Pajak Itu Banyak Keuntungannya Loh!

, ,

Setiap orang memiliki impian atau cita-cita untuk menjadi pengusaha yang sukses. Karena dengan menjadi seorang pengusaha kita mengembangkan usaha atau bisnis sesuai minat kita sendiri, dan tentu saja mendapat kebebasan secara financial. Bahkan banyak yang beranggapan dengan menjadi pengusaha atau entrepreneur jalan cepat untuk menjadi sukses serta mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Selain itu dengan menjadi pengusaha dapat memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga.

Untuk menjadi pengusaha tidak lah mudah selain harus memiliki modal, juga harus mentaati peraturan yang berlaku. Salah satunya adalah membayar pajak kepada pemerintah. Dan ini yang menjadi masalah , banyak yang ingin menjadi pengusaha, tetapi enggan untuk membayar pajak.

Rata-rata pengusaha enggan berurusan dengan pajak, karena beranggapan bahwa membayar pajak hanya menguras keuntungan yang mereka peroleh. Membuat banyak pengusaha UMKM atau Usaha Mikro Kecil Menengah yang belum mau membayar pajak bahkan sekedar melaporkannya.

Akhirnya, di pertengahan 2018 Pemerintah hanya menarik pajak UMKM 0,5 % dari para pengusaha UMKM di Indonesia. Cara ini dilakukan agar para pengusaha UMKM taat pajak. Sebenarnya tidak rugi loh jika Anda menjadi pengusaha kena pajak.

Baca Juga :

Accurate Online Dapat Membantu Operasional Perusahaan

Mudahnya Membayar Pajak UMKM Dengan Aplikasi Accurate Online

Definisi Pengusaha Kena Pajak

Definisi Pengusaha Kena Pajak menurut Pajak.go.id yakni pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (UU PPN) 1983 dan perubahannya, tidak termasuk pengusaha kecil yang batasannya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan, kecuali Pengusaha Kecil yang memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.

Bagaimana Cara Menjadi PKP

Tentunya Anda bertanya-tanya bagaimana cara menjadi PKP. Apakah harus di daftarkan atau akan terdaftar secara otomatis? Tentunya, Anda harus mendaftarkan diri untuk pengukuhan sebagai PKP. Jangan sampai Anda tidak mengukuhkan, karena bisa membuat usaha Anda ditegur oleh pihak Pajak ketika Anda terbukti tidak pernah membayar Pajak.

Sebab pengusaha yang dikenai PPN, wajib melaporkan usahanya pada KPP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Pengusaha dan tempat kegiatan usaha dilakukan untuk dikukuhkan menjadi PKP.

Jika usaha Anda masih kecil dan Anda ingin melakukan pengukuhan sebagai PKP Anda wajib mengajukan pernyataan tertulis untuk tanda pengukuhan PKP.

Apabila Anda sebagai pengusaha tidak memilih untuk mengukuhkan PKP sampai dengan satu tahun buku seluruh nilai peredaran bruto telah melampaui batasan yang ditentukan sebagai pengusaha kecil, wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP paling lambat akhir masa pajak berikutnya.

Hak dan Kewajiban

Tentunya ketika Anda sudah mendaftar sebagai PKP, Anda akan mendapatkan hak dan kewajiban yang telah ditetapkan. Sehingga Anda tidak merasa rugi mengenai status Anda sebagai PKP. Hak dan kewajiban yang bisa Anda dapatkan sebagai berikut:

Hak PKP

  1. Melakukan Pengkreditan Pajak Masukan (Pembelian) atas perolehan Barang Kena Pajak / Jasa Kena Pajak
  2. Meminta restitusi apabila Pajak Masukan lebih besar daripada Pajak Keluaran dan berhak atas kompensasi kelebihan Pajak.

Kewajiban PKP

  1. Memungut PPN/PPnBM terhutang
  2. Menyetorkan PPN yang masih harus dibayar dalam hal Pajak Keluaran lebih besar daripada Pajak Masukan yang dapat dikreditkan serta menyetorkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang terutang
  3. Melaporkan PPn/PPnBM yang terutang

Hak kewajiban tersebut memang ada yang merugikan ada juga yang menguntungkan bagi pengusaha. Kedua sisi ini sangat terlihat. Apa saja kerugian dan keuntungan menjadi PKP, SolusiUKM akan jelaskan lebih detail agar Anda mudah mengerti yang dikutip dari berbagai sumber.

Kerugian Menjadi PKP

Pajak yang Ditanggung Cukup Besar

Banyak PKP yang enggan melaporkan dan membayarkan pajaknya karena mereka mengetahui jumlah pajak yang ditanggung. Meskipun pada dasarnya pajak yang dikenakan berdasarkan pajak yang sesuai dengan apa yang di laporkan dan secara faktual dimiliki oleh perusahaan.

Sehingga potensi kecurangan dan penggelapan Pajak sangatlah kecil, karena sesuai dengan apa yang dilaporkan oleh Anda berdasarkan asset yang Anda miliki.

Daya Saing Sedikit

Kenapa daya saing Anda sedikit? Hal ini dikarenakan, besaran Pajak yang ditanggung oleh usaha Anda, akan berimbas pada kenaikan harga produk atau jasa yang ditawarkan. Tentunya ini akan menurunkan daya saing produk atau jasa Anda di pasaran.

Menuntut Ketelitian dan Kecermatan

Saat Anda sudah terdaftar menjadi PKP, Anda harus cermat dan teliti dari setiap pelaporan, pembayaran, dan juga hutang Pajak. Jangan sampai Anda merasa dicurangi oleh pihak Pajak atau konsultan Pajak yang Anda sewa.

Dalam menjadi PKP Anda harus mempelajari ketentuan dan kebijakan perpajakan sesuai dengan aturan dan UU yang berlaku. Jangan sampai Anda tidak mengerti sama sekali perihal Pajak usaha ini. Kalau perlu Anda bisa menyelesaikan Pajak usaha sendiri tanpa diurus oleh konsultan.

Keuntungan

Ada kerugian berarti ada keuntungan. Begitupun menjadi seorang PKP. Selain mendapatkan beberapa kerugian, Anda pun bisa mendapatkan keuntungan dari sebagai seorang PKP.

UMKM Dianggap Legal

Siapa sih pengusaha yang mau dianggap kalau usahanya merupakan usaha yang illegal? Tentunya tidak ada kan, inilah salah satu keuntungan jika Anda menjadi PKP. Karena dengan mendaftarkan PKP akan banyak customer yang merasa aman dengan bisnis Anda.

Bakal Diidentikan dengan Bisnis ‘Besar’ dan Mudah Bekerja Sama

Ketika Anda ingin bekerjasama dan partner bisnis Anda pasti menanyakan mengenai Pajak bisnis yang Anda miliki, tentunya partner Anda akan sangat percaya dengan bisnis yang Anda miliki. Ketika Anda menjadi PKP tentunya kredibilitas Anda di depan partner tidak akan dipertanyakan lagi.

Bisa Menjual Produk Ke Instansi Pemerintah

Kalau Anda sudah menjadi PKP dan Anda ingin menjual produk ke instansi Pemerintah, maka Anda bisa menjual produk atau jasa ke instansi Pemerintah melalui bendaharawan Pemerintah. Bendaharawan Pemerintah adalah seseorang yang ditunjuk untuk membayarkan barang dan jasa Pemerintah kepada pemilik produk atau jasa. Baik itu Pemerintah Pusat atau Pemerintah daerah maupun instansi Pemerintah lainnya.

Ini hanya bisa dilakukan oleh pera pebisnis yang sudah PKP. Jika Anda sebagai pebisnis belum PKP, maka Anda tidak bisa menjual produk dan jasa kepada instansi Pemerintah. Sehingga ini bisa menjadi satu cara terbaik untuk perkembangan bisnis Anda tentunya.

Berkontribusi Terhadap Negara

Menjadi pengusaha bukan saja Anda memperkaya diri sendiri. Tetapi Anda juga berkontribusi membangun negara. Karena Pajak yang Anda bayarkan digunakan untuk pembangunan berbagai infrastruktur di Indonesia. Jika infrastruktur baik, tentunya ini akan baik bagi perkembangan bisnis Anda.

Perpajakan sebenarnya bukanlah suatu perkara yang menakutkan. Tetapi Pajak bisa menjadi salah satu hal yang menguntungkan bagi bisnis Anda loh. Jadi Anda harus segera mendaftarkan diri sebagai PKP. Hal ini juga bisa memudahkan Anda ketika ingin mendapatkan partner bisnis.

Sekarang urus Pajak pun tidak ribet, karena Anda bisa melakukan dengan mudah ketika bisnis Anda memiliki pembukuan yang rapi. Pembukuan sekarang bisa Anda lakukan dengan platform pembukuan Accurate Online yang bisa membantu Anda dalam mengelola semua Pajak usaha Anda. Sehingga Anda tidak perlu takut lagi salah hitung Pajak.

Apa lagi Accurate Online sudah terintegrasi dengan situs Pajak.go.id, sehingga Anda tinggal upload e-faktur ke situs Pajak.go.id dari Accurate Online milik Anda. Tentunya ini sangat memudahkan bagi Anda.

Baca Juga :

Ada SPT Masa PPN BM di Software Accurate Yang Mempermudah Perusahaan Dalam Hitung Pajak 

Seberapa Penting kah Laporan Keuangan untuk Perusahaan?

,

Laporan keuangan adalah hal yang sangat penting bagi setiap perusahaan, salah satunya untuk memantau perkembangan bisnis usaha.

Perkembangan bisnis

Perkembangan bisnis adalah salah satu yang harus di perhatikan oleh owner seperti berapa modal yang sudah keluar, berapa bayak pangsa pasar dan lain sebagainya yang akan menjadi catatan di laporan .

Laporan keuangan memiliki beberapa jenis dan fungsi nya masing-masing Seperti laporan laba rugi, laporan neraca, dan laporan arus kas. Dari keempat laporan ini Anda akan mengetahui bagaimana laba rugi bisnis Anda, berapa arus kas, dan berada di posisi mana bisnis Anda saat ini.

Biaya yang Di keluarkan

Banyak nya biaya yang di keluarkan haruslah di catat dengan baik oleh pebisnis, laporan keuangan sangatlah penting untuk mencatat biaya yang di keluarkan untuk setiap aktivitas produksi atau aktivitas yang berkaitan dengan jalannya bisnis.

Apa lagi semua biaya yang dikeluarkan bukan hanya biaya yang dikeluarkan saat bisnis di mulai saja. Melainkan juga ketika bisnis berjalan akan ada biaya-biaya yang selalu dikeluarkan. Untuk mengetahui secara rinci berapa biaya yang dikeluarkan dalam satu bulan, sebagai pengusaha harus mencatatnya dalam pembukuan dan menyajikan dalam bentuk laporan keuangan di setiap akhir periode akuntansi.

Setiap nominal yang tercatat akan membantu Anda dalam menentukan harga dari produk yang di produksi. Sehingga Anda juga bisa mengetahui berapa biaya profit yang harus Anda dapatkan dari setiap produk atau jasa dari perusahaan Anda.

Mengetahui Jumlah Aset

Sudah lama menjalankan bisnis pasti sudah banyak asset perusahaan nya, ada baiknya jika anda mencatat semua asset perusahaan anda

Banyak pengusaha yang sering mengabaikan asetnya. Sehingga mereka tidak mengetahui berapa banyak aset yang sudah dimiliki. Dengan catatan laporan keuangan yang rapih, Anda bisa mengetahui apa saja aset yang Anda miliki. Laporan keuangan juga bisa memantau aset Anda secara real time. Ketika ada perubahan nilai aset, dengan laporan keuangan, Anda bisa mencatatnya dengan baik.

Inilah pentingnya laporan keuangan bagi sebuah perusahaan atau bisnis. Jika perusahaan atau bisnis Anda tidak memiliki laporan keuangan sebagai pencatatan seluruh aset, Anda akan kebingungan dalam mencatat setiap aset yang Anda miliki.

Mudah Dalam Menghitung Pajak

Anda tahu apa kelebihan dengan adanya laporan keuangan? Mudah dalam melaporkan pajak. Apa lagi, saat ini Pemerintah memberikan diskon pajak bagi UKM yang memiliki laporan keuangan hingga 0,5% dari total omzet bagi bisnis yang omzetnya kurang dari Rp 4 miliar dalam satu tahun.

Pentingnya laporan keuangan akan membantu Anda sebagai pengusaha untuk lebih mudah dalam menghitung pajak Anda. Dan ini akan memudahkan Anda dalam menghitung pajak, dan tidak takut untuk di bohongi jika ada pihak pajak yang nakal dan meminta jumlah pembayaran pajak lebih dari yang seharusnya Anda bayarkan.

Angka Hutang Yang terlihat

Berapa hutang usaha anda? Apakah anda punya hutang bisnis ke supplier atau vendor Untuk mengetahui jumlah hutang ini, Anda perlu laporan keuangan. Hutang akan lebih mudah dilihat jika tercatat dalam laporan keuangan. Jika Anda tidak mengetahui secara pasti berapa hutang yang dimiliki, tentunya ini akan berakibat fatal terhadap usaha Anda.

Pada laporan keuangan, Anda bisa mengetahui sisa hutang yang dimiliki. Hingga kapan tanggal jatuh tempo hutang. Bagi perusahaan besar mungkin ini sudah biasa tertulis, namun bagi perusahaan sekelas UKM belum tentu ada pencatatan serapih yang dilakukan oleh perusahaan besar.

Pentingnya laporan keuangan pada bisnis, dapat menjadi alat tolak ukur dan pertimbangan dalam berhutang. Sehingga Anda bisa mengelola hutang dengan baik serta aspek yang berhubungan pada aspek financial

Informasi Bagi Mangement

Laporan keuangan sangat penting untuk manajemen perusahaan dan pihak-pihak lain yang ada pada perusahaan tersebut. Seperti untuk investor yang telah menanamkan dananya di perusahaan atau bisnis Anda. Mereka sangat memerlukan laporan keuangan ini.

Keberadaan laporan keuangan akan menjadi penilaian bagi investor mengenai dana yang telah ia tanamkan di perusahaan atau bisnis tersebut. Sehingga investor bisa mengetahui, apakah modal yang diberikan telah digunakan secara tepat dan akurat.

Inilah pentingnya laporan keuangan bagi perusahaan dan bisnis. Sehingga Anda sebagai pihak owner tidak boleh mengabaikan laporan keuangan. Tanpa laporan keuangan, Anda akan kesulitan dalam mendapatkan investor untuk mengembangkan perusahaan kedepan.

Untuk Mendapatkan Pinjaman Bank

Ketika perusahaan memiliki laporan keuangan yang jelas dan sesuai dengan standar akuntansi, perusahaan akan lebih mudah dalam mendapatkan pinjaman dari pihak bank. Dengan laporan keuangan, bank akan mudah dalam mengaudit apakah perusahaan yang Anda pinjam layak untuk mendapatkan pinjaman atau tidak.

Jika perusahaan atau bisnis Anda tidak memiliki laporan keuangan, Anda akan sulit dalam mendapatkan pinjaman dari pihak bank. Karena Anda tidak bisa memiliki penilaian terhadap keuangan perusahaan dan bisnis. Sehingga bank sulit dalam menilai kinerja perusahaan Anda.

Membuat Inovasi

Hasil dari laporan keuangan yang sudah jadi, bisa menjadi sebuah patokan untuk membuat inovasi jangka panjang maupun inovasi jangka pendek. Catatan-catatan pada laporan keuangan bisa menjadi acuan untuk melakukan inovasi ke depan bagi bisnis Anda.

Inovasi dilihat dari apa yang sudah terjadi ke belakang. Jika hasilnya lebih bagus, maka bisnis bisa mencoba inovasi-inovasi untuk mempertahankan posisi saat ini. Namun jika keberadaan bisnis malah berada dibawah, sudah saatnya Anda mencari inovasi-inovasi terbaru dalam bisnis.

Keberadaan laporan keuangan cukup vital bagi sebuah perusahaan atau bisnis. Tanpa laporan keuangan, bisnis tidak akan bisa melakukan evaluasi dan inovasi mengenai diri mereka. Banyak bisnis yang gagal karena tidak memiliki catatan keuangan yang baik.

Sekarang, sebagai pengusaha Anda wajib membuat setiap catatan dan membuat laporan keuangan perusahaan. Pentingnya laporan keuangan bagi perusahaan dan bisnis akan menjadi manfaat jangka panjang untuk jalannya bisnis Anda.

Jika Anda merasa sulit dalam membuat laporan keuangan, Anda bisa menggunakan platform pembukuan yang mudah dan friendly meskipun Anda tidak mengerti laporan keuangan. Caranya menggunakan Accurate Online yang bisa membantu Anda dalam melakukan pencatatan awal hingga jadi laporan keuangan yang akurat. Jika Anda ingin mencoba gratis 30 hari disini

Bagaimana Pencatatan PPH Pasal 15 di Accurate Online ?

,

PENGERTIAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 15 (PPH PASAL 15)

PPh pasal 15 adalah jenis pajak penghasilan yang dikenakan atau dipungut dari wajib pajak yang bergerak pada industri pelayaran, penerbangan international dan perusahaan asuransi asing. Bisnis lain yang juga terkena PPh pasal 15 adalah perusahaan pengeboran minyak dan perusahaan yang berinvestasi dalam bentuk bangun-guna-serah (build-operate-transfer) yang biasanya terkait dengan proyek-proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan tol, kereta bawah tanah dan lain sebagainya.

Baca Juga :

Tarif Pajak Penghasilan Pasal 15 (PPh Pasal 15)

Ada berbagai jenis tarif tergantung pada industri bisnis seperti yang disebutkan di atas, dan mereka adalah sebagai berikut:

  1. Perusahaan pelayaran

    • Laba bersih = 6% x Omzet Bruto

    • Pajak penghasilan = 1,8% x Omzet Bruto

  2. Perusahaan pelayaran dalam negeri

    • Laba bersih = 4% x Omzet Bruto

    • Pajak penghasilan = 1,2% x Omzet Bruto

  3. Pelayaran asing dan/atau perusahaan maskapai penerbangan

    • Laba bersih = 6% x Omzet Bruto

    • Pajak penghasilan = 2.64% x Omzet Bruto

  4. Wajib pajak internasional (WPLN) yang memiliki kantor perdagangan perwakilan di Indonesia namun tidak memiliki perjanjian bilateral di bawah perjanjian pajak Indonesia (P3B

    • Laba bersih = 1% x Nilai Ekspor Bruto

    • Penyelesaian pajak penghasilan = 0.44% x Nilai Ekspor Bruto

  5. Pihak yang melakukan kemitraan dalam bentuk perjanjian bangun-guna-serah/’build-operate-transfer‘ (BOT)

    • Pajak penghasilan = 5% x bruto nilai tertinggi nilai pasar dengan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP).

Pembayaran dan Penyampaian Laporan Pajak Penghasilan Pasal 15 (PPh Pasal 15)

Laporan harus diserahkan pada tanggal 20, di bulan di mana pembayaran pajak dilakukan. Namun, tanggal jatuh tempo pembayaran pajak itu sendiri bervariasi.

  1. Perusahaan pelayaran

    • Dibayar paling lambat pada tanggal 10, di bulan setelah faktur dibuat.

  2. Perusahaan pelayaran dalam negeri; dan pengiriman asing dan / atau perusahaan penerbangan

    • Dibayar pemungut cukai paling lambat pada tanggal 10, di bulan setelah faktur dibuat; atau

    • Dibayar oleh wajib pajak paling lambat pada tanggal 15, di bulan setelah faktur dibuat.

  3. Wajib pajak internasional (WPLN) yang memiliki kantor perdagangan perwakilan di Indonesia, namun tidak memiliki perjanjian bilateral di bawah perjanjian pajak Indonesia (P3B)

    • Dibayar oleh wajib pajak paling lambat pada tanggal 15, di bulan setelah wajib pajak telah menerima pendapatan.

  4. Pihak yang melakukan kemitraan dalam bentuk perjanjian bangun-guna-serah/’build-operate-transfer‘ (BOT)

    • Dibayar oleh wajib pajak paling lambat pada tanggal 15, di bulan setelah masa BOT berakhir.

PPh Pasal 15 merupakan pajak penghasilan atas jasa dalam bidang pelayaran dan penerbangan. Perlakuan penginputannya, kurang lebih sama dengan PPh 23 namun dengan tarif pajak yang berbeda. Nilai PPh Pasal 15 sudah dapat diketahui saat pembuatan Faktur Pembelian atau Faktur penjualan dan pada saat pembayaran fakturnya, nilai bayarnya baru dapat di potong pph 15.

Berikut langkah – langkahnya pencatatannya di Accurate Online :

Mengatur akun untuk menampung nilai transaksi PPh Pasal 15 Jasa Pelayaran yaitu dari menu Perusahaan | Pajak, kemudian cari Pelayaran, buka dan atur akun penampung untuk Pajak Penjualan dan Pembelian, kemudian klik Simpan. Khusus untuk Jasa Pelayaran, AOL telah membuatkan tipe Pajak-nya secara default, anda cukup mengatur akun penampung transaksi pajak tersebut. Untuk Jasa Penerbangan, anda bisa membuatkan tipe Pajak baru pada menu ini.

Mengatur Akun PPh Pasal 15

Mengatur Akun PPh Pasal 15

  1. Buat Barang dengan jenis barang JASA, kemudian pada tab Penjualan/Pembelian di bagian Pajak, untuk PPh pilih tipe Pajak PPh Pasal 15 yang telah diatur sebelumnya di menu Perusahaan | Pajak

Membuat Jasa untuk transaksi dengan PPh Pasal 15

Membuat Jasa untuk transaksi dengan PPh Pasal 15

  1. Buat transaksi Faktur Pembelian/Penjualan atas Pelayaran/Penerbangan, pilih nama Pemasok/Pelanggan-nya, kemudian pilih Jasa Pelayaran/Penerbangan tersebut dan nilai PPh Pasal 15 akan tampil di formulir Faktur Pembelian/PenjualanNotes : Nilai PPh Pasal 15 pada Formulir Faktur Pembelian/Penjualan, hanya merupakan informasi saja, untuk jurnal dan pemotongan nilai-nya terjadi di Pembayaran Pembelian/Penjualan.

Transaksi dengan PPh Pasal 15

Transaksi dengan PPh Pasal 15

  1. Membuat Pembayaran Pembelian/Penjualan, kemudian pilih nama Pemasok/Penjual-nya dan pilih Nomor Faktur yang dimaksud, maka akan tampil informasi pemotongan PPh Pasal 15, sesuai dengan tarif-nya. Lakukan pengisian untuk nomor bukti potong-nya, setelah itu klik Lanjut dan lakukan penyelesaian atas transaksi Pembayaran Pembelian/Penjualan tersebut.

Pemotongan PPh Pasal 15 pada transaksi Pembayaran Pembelian

Pemotongan PPh Pasal 15 pada transaksi Pembayaran Pembelian

  1. Pada transaksi Pembayaran Penjualan untuk PPh Pasal 15, terdapat pilihan PPh disetor sendiri. Pilihan PPh Disetor ini, dicentang jika pph yang di potong di setor sendiri oleh penjual. Dengan mencentang pilihan tersebut maka nilai pembayaran dibayarkan tanpa potongan PPh. Namun penjual dapat tetap memasukan informasi Bukti Potong dan uangnya di titip setor ke penjual.

Pemotongan PPh Pasal 15 bukan disetor sendiri

Pemotongan PPh Pasal 15 bukan disetor sendiri

Pemotongan PPh Pasal 15 pada transaksi Pembayaran Penjulan yang Disetor Sendiri

Pemotongan PPh Pasal 15 pada transaksi Pembayaran Penjulan yang Disetor Sendiri

  1. PPh Pasal 15 untuk transaksi pembelian dan transaksi penjualan khusus untuk disetor sendiri akan dibuatkan bukti potong oleh AOL, yang bisa diakses dari menu Laporan | PPh Pasal 15.

Membuka SPT & Bukti Potong PPh Pasal 15

Membuka SPT & Bukti Potong PPh Pasal 15

Laporan SPT & Bukti Potong PPh Pasal 15

Laporan SPT & Bukti Potong PPh Pasal 15

Available for Accurate Online

sumber artikel :
www.online-pajak.com

 

 

Mudahnya Pencatatan PPh Pasal 4 Ayat 2 di Accurate Online

,

Mudahnya Pencatatan PPh Pasal 4 Ayat 2 (Persewaan Tanah & Jasa Konstruksi)

PPh Pasal 4 ayat 2 (Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2) atau disebut juga PPh final adalah pajak yang dikenakan pada wajib pajak badan maupun wajib pajak pribadi atas beberapa jenis penghasilan yang mereka dapatkan dan pemotongan pajaknya bersifat final.

Tarif PPh Pasal 4 Ayat 2 ini berbeda-beda untuk setiap jenis penghasilannya.

Misalnya untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), wiraswasta atau bisnis online dengan omzet usaha kurang dari Rp 4,8 miliar dalam 1 tahun pajak, maka tarif pajaknya adalah 0,5% dari total omzet (peredaran bruto) penjualan dalam 1 bulan.

Cara mudah membayar pajak UKM ini tanpa harus antre di bank adalah dengan menggunakan aplikasi PPh Final 0,5 Persen OnlinePajak

PENGERTIAN PPH PASAL 4 AYAT 2/PPH FINAL

PPh Pasal 4 Ayat 2/PPh Final adalah pajak penghasilan atas jenis penghasilan-penghasilan tertentu yang bersifat final dan tidak dapat dikreditkan dengan Pajak Penghasilan terutang. 

Istilah final di sini berarti bahwa pemotongan pajaknya hanya sekali dalam sebuah masa pajak dengan pertimbangan kemudahan, kesederhanaan, kepastian, pengenaan pajak yang tepat waktu dan pertimbangan lainnya.  

Objek PPh Pasal 4 Ayat 2 (Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat 2)

Objek PPh Pasal 4 Ayat 2 (Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat 2) dikenakan pada jenis tertentu dari penghasilan/pendapatan, dan berupa:

  • Peredaran bruto (omzet penjualan) sebuah usaha di bawah Rp 4,8 miliar dalam 1 tahun masa pajak; 

  • Bunga dari deposito dan jenis-jenis tabungan, bunga dari obligasi dan obligasi negara, dan bunga dari tabungan yang dibayarkan oleh koperasi  kepada anggota masing-masing;

  • Hadiah berupa lotere/undian;

  • Transaksi saham dan surat berharga lainnya, transaksi derivatif perdagangan di bursa, dan transaksi penjualan saham atau pengalihan ibukota mitra perusahaan yang diterima oleh perusahaan modal usaha;

  • Transaksi atas pengalihan aset dalam bentuk tanah dan/atau bangunan, usaha jasa konstruksi, usaha real estate, dan sewa atas tanah dan/atau bangunan; dan

  • Pendapatan tertentu lainnya, sebagaimana diatur dalam atau sesuai dengan Peraturan Pemerintah.

Ketika PPh Pasal 4 Ayat 2 ini dikenakan atas transaksi antara perusahaan dan seorang individu, di mana perusahaan bertindak sebagai penerima penghasilan tersebut, maka perusahaan wajib menyelesaikan pajak ini saja. Sedangkan dalam kasus transaksi yang terjadi antara dua perusahaan, maka pembayar harus mengumpulkan dan menyelesaikan pajak, bukan penerima penghasilan.

Nah di Accurate Online, selain bisa melakukan pencatatan PPh 22 atas barang import, di Accurate Online juga tersedia untuk pencatatan transaksi atas persewaan tanah serta jasa konstruksi yaitu PPh Pasal 4 Ayat 2. Dimana akan mempermudah user untuk melakukan pencatatannya.

Baca Juga :

Berikut langkah – langkah untuk melakukan pencatatan PPh Pasal 4 Ayat 2 :

  1. Mengatur akun untuk menampung nilai transaksi PPh Pasal 4 ayat 2 yaitu dari menu Perusahaan | Pajak, kemudian cari Persewaan Tanah, buka dan atur akun penampung untuk Pajak Penjualan dan Pembelian, kemudian klik Simpan. Khusus untuk Persewaan Tanah, AOL telah membuatkan tipe Pajak-nya secara default, anda cukup mengatur akun penampung transaksi pajak tersebut. Tipe jenis pajak lainnya, bisa anda buat sendiri di menu ini.

Mengatur Akun untuk PPh Pasal 4 Ayat 2

Mengatur Akun untuk PPh Pasal 4 Ayat 2

  1. Buat Barang dengan jenis barang JASA, kemudian pada tab Penjualan/Pembelian di bagian Pajak, untuk PPh pilih tipe Pajak PPh Pasal 4 Ayat 2, setelah itu simpan.

Membuat Barang Jasa untuk transaksi dengan PPh Pasal 4 Ayat 2

Membuat Barang Jasa untuk transaksi dengan PPh Pasal 4 Ayat 2

  1. Buat transaksi Faktur Pembelian / Faktur Penjualan atas Persewaan Tanah, pilih nama Pemasok/Pelanggan-nya, kemudian pilih Barang Jasa atas PPh Pasal 4 Ayat 2 tersebut, maka nilai PPh Pasal 4 Ayat 2 akan tampil di formulir Faktur Pembelian / Faktur Penjualan. Notes : Nilai PPh Pasal 4 Ayat 2 pada Formulir Faktur Pembelian / Faktur Penjualan, hanya merupakan informasi saja, untuk jurnal dan pemotongan nilai-nya terjadi di Pembayaran Pembelian/Penjualan.

Transaksi Pembelian dengan PPh Pasal 4 Ayat 2

Transaksi Pembelian dengan PPh Pasal 4 Ayat 2

  1. Membuat Pembayaran Pembelian / Penjualan, kemudian pilih nama Pemasok/Penjual-nya dan pilih Nomor Faktur yang dimaksud, maka akan tampil informasi pemotongan PPh Pasal 4 Ayat 2, sesuai dengan tarif-nya. Silakan isikan nomor bukti potong-nya, setelah klik itu Lanjut dan lakukan penyelesaian atas transaksi Pembayaran Pembelian/Penjualan tersebut.

Transaksi Pembayaran Pembelian dengan PPh pasal 4 Ayat 2

Transaksi Pembayaran Pembelian dengan PPh pasal 4 Ayat 2

  1. Untuk transaksi Pembayaran Penjualan, saat penginputan pembayaran dengan transaksi PPh Pasal 4 Ayat 2, akan ada pilihan PPh Pasal 4 Ayat 2 disetor sendiri, centang pilihan ini jika Anda melakukan setor sendiri untuk PPh-nya dan nilai pembayaran akan otomatis tidak terpotong dengan nilai PPh-nya. Sedangkan untuk Nomor Bukti Potong bisa diisikan sendiri.

Transaksi Pembayaran Penjualan dengan PPh Pasal 4 Ayat 2 bukan disetor sendiri

Transaksi Pembayaran Penjualan dengan PPh Pasal 4 Ayat 2 bukan disetor sendiri

Transaksi Pembayaran Penjualan dengan PPh Pasal 4 Ayat 2 disetor sendiri

Transaksi Pembayaran Penjualan dengan PPh Pasal 4 Ayat 2 disetor sendiri

  1. PPh Pasal 4 ayat 2 pada transaksi pembelian akan dibuatkan bukti potong oleh AOL, yang bisa diakses dari menu Laporan | PPh Pasal 4 ayat 2

Membuka Laporan PPh Pasal 4 Ayat 2

Membuka Laporan PPh Pasal 4 Ayat 2

Laporan SPT & Bukti Potong PPh Pasal 4 Ayat 2

Laporan SPT & Bukti Potong PPh Pasal 4 Ayat 2

Available for Accurate online

sumber artikel :

www.online-pajak.com

 

 

Harus Tetap Lapor SPT Meski Sudah Tax Amnesty

, , ,

Memasuki bulan April ini, yang artinya menjelang berakhirnya pula program pemerintah mengenai pengampunan pajak atau biasa disebut dengan tax amnesty, Direktur Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan telah menetapkan dua kebijakan. Berikut kebijakan-kebijakan yang telah dicatat oleh Accurate Online sebagai Software Akuntansi bersertifikat Top Brand Indonesia, seperti yang dilansir pada Kumparan.

Kebijakan yang pertama adalah terkait dengan perpanjangan pelaporan SPT bagi wajib pajak orang pribadi hingga 21 April 2017. Meskipun begitu, masyarakat wajib pajak tetap diharuskan untuk melunasi pajak yang terutang, paling lambat pada tanggal 31 Maret 2017.

Keputusan tersebut sesuai tertulis dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-87/PJ/2017 tentang Pengecualian Pengenaan Sanksi Administrasi Berupa Denda atas Keterlambatan Penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang Menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi.

Keputusan ini diambil mengingat batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh bagi Wajib Pajak orang pribadi jatuh pada tanggal yang bersamaan dengan akhir program Amnesti Pajak, di mana Ditjen Pajak mengantisipasi terjadinya beban puncak sehubungan dengan dua kegiatan tersebut yang akan melibatkan sumber daya yang besar baik dari sistem informasi dan teknologi maupun pegawai Ditjen Pajak,” ujar Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi.

Kebijakan yang kedua, yaitu mengenai kewajiban pelaporan secara berkala dan terus menerus sesuai Pasal 13 Undang-undang Pengampunan Pajak kepada wajib pajak yang telah mengikuti tax amnesty dan telah medeklarasikan hartanya maupun melakukan repatriasi.

Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-03/PJ/2017 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pengawasan Harta Tambahan Dalam Rangka Pengampunan Pajak.

Bagi Wajib Pajak yang telah menyampaikan laporan sebelum Per-03/PJ/2017 ini berlaku pada 29 Maret 2017, harus menyampaikan laporan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam peraturan tersebut.

Selanjutnya Ditjen Pajak mengingatkan agar Wajib Pajak yang telah ikut serta dalam program Amnesti Pajak untuk memenuhi seluruh komitmen dan kewajiban yang berlaku sebagai bagian dari ketentuan program Amnesti Pajak, serta memenuhi ketentuan peraturan di bidang perpajakan sebagai Wajib Pajak yang taat,” jelasnya.

Bagi Anda yang telah dipusingkan mengenai pengurusan pembayaran pajak, Anda akan sangat membutuhkan bantuan agar bisnis Anda tetap bisa dijalankan dengan baik, dan tetap terkontrol supaya berjalan dengan lancar. Accurate Online, sebagai Software favorit Entrepreneur Indonesia dengan predikat Top Brand memiliki kelebihan dan kepraktisan yang dibutuhkan. Dengan teknologi yang berbasis cloud akan memudahkan Anda untuk mengontrol data di mana saja dan kapan saja selama terhubung dengan koneksi internet. Keunggulan lain yang dimiliki oleh Accurate Online, salah satunya adalah terpasang security data terenkripsi yang membuat data Anda aman dari ancaman hacker atau pihak-pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Kunjungi www.aboutaccurate.com untuk tahu manfaatnya lainnya dan mendapatkan penawaran terbaik.

Baca Juga :

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM LAPOR SPT PAJAK !!

, ,

Pelaporan pajak bagi setiap warga negara di Indonesia merupakan suatu kewajiban. Bagi masyarakat di seluruh Indonesia yang ingin melaporkan SPT Tahunan PPh secara elektronik, hal ini merupakan rutinitas krusial bahwa sebagai entrepreneur Anda diharapkan untuk kooperatif pada pemerintah, terlebih lagi yang berkaitan dengan transparansi keuangan perpajakan.


Baca Juga :

SOFTWARE ACCURATE ONLINE sebagai Software Akuntansi bersertifikat Top Brand Indonesia memiliki tips khusus yang perlu Anda ketahui sebelum memprosesnya. Pada umumnya, pelaporan secara elektronik atau menggunakan aplikasi e-Filing harus melalui komputer dan membuka situs website Direktoral Jenderal Pajak. Yang perlu Anda pahami dan ingat adalah saat mengakses situs pajak diharapkan jangan menggunakan browser safari.

Safari tidak bisa. Jadi apple harus pakai Mozzila Firefox,” terang Direktur Transformasi dan Informasi Ditjen Pajak, Iwan Djuniardi.

Iwan menyebutkan, dalam mengakses situs pajak, browser yang dapat digunakan adalah perangkat Google Chrome dan Mozilla Firefox. Hal ini perlu dijabarkan karena sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang salah menggunakan browser dalam mengakses situs pajak untuk pelaporan SPT Tahunan sehingga proses tersebut menjadi gagal.

Diharapkan juga bagi Anda yang ingin melaporkan pajak agar memastikan kecepatan internet serta kuota sebelum mulai melakukan pengisian SPT agar dapat berjalan dengan lancar sampai selesai. Jangan lupa juga untuk menyiapkan dokumen- dokumen seperti bukti potong, daftar harta, serta dokumen lain yang dibutuhkan.

Iwan melanjutkan, berdasarkan pantauan Ditjen Pajak yang melaporkan SPT melalui elektronik setiap detiknya adalah sebanyak 200 orang. , yang artinya terdapat 3 juta orang per jam. Dalam jumlah yang banyak tersebut, tentunya dikhawatirkan akan menghambat layanan elektronik pelaporan SPT Tahunan PPh.

Kalau kita dari database itu kan, kapasitas kita terbatas dan bisa  down, malah kita batasin yang di depan, bukan down sebenarnya cuma lama. Apalagi ada yang di settingan komputer sudah lama,” jelasnya.

Lanjut Iwan, Ditjen Pajak juga bisa saja menambah kapasitas akses pelaporan SPT Tahunan pada situs pajak, namun, jika masyarakat belum mengetahui hal-hal yang krusial yang butuh dihindari saat menggunakan e-Filing, maka penambahan daya tersebut menjadi sebuah usaha yang sia-sia.

Batas waktu pelaporan SPT sesuai dengan UU KUP jatuh pada 31 Maret bagi wajib pajak (WP) orang pribadi dan 21 April bagi wajib pajak badan. Untuk batas waktu SPT pribadi diperpanjang karena pada saat yang bersama pelaksanaan program tax amnesty juga berakhir.

Jangan biarkan kerumitan pajak menjadi penghalang Anda untuk tetap mengontrol urusan Anda. Terutama, bagi Anda para pebisnis yang sudah dipadatkan dengan berbagai urusan. , Software Accurate Online menjadi solusi. Software pembukuan yang berpredikat Top Brand Indonesia tersebut selalu menjadi andalan bagi banyak pengusaha karena penggunaannya yang praktis karena telah berbasis cloud. Selain itu, banyak juga kelebihan lain yang dimiliki oleh Software Accurate Online seperti fitur Backup Otomatis yang membuat Anda tidak perlu khawatir data hilang atau server mengalami penurunan jaringan.

 

 

Ada Fitur SPT Masa PPN/PPN Bm Di Software Accurate Yang Mempermudah Perusahaan Dalam Menghitung Pajaknya

, ,

SPT Masa PPN/PPN Bm merupakan fitur di Software Accurate yang berfungsi untuk melaporkan PPN dan PPN Bm keluaran dan masukan selama satu periode yang dapat membantu perusahaan dalam menghitung pajak perusahaannya.

Apalagi sekarang sudah memasuki bulan Maret, dimana wajib pajak pribadi dan wajib pajak badan diberikan waktu untuk melaporkan SPT Pajak Tahunannya sampai dengan tanggal 31 Maret 2019, dan jika terlambat akan dikenakan denda atau sanksi.

Untuk itu Software Accurate hadir untuk membantu para wajib pajak dalam menyiapkan laporan pajaknya. Supaya wajib pajak dapat segera melaporkan SPT Pajak Tahunannya dan tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan.

Baca Juga :

Membuat SPT Masa PPN / PPN Bm

Untuk dapat membuat SPT Masa PPN/PPN Bm, caranya sbb :

1. Klik menu Laporan | SPT Masa PPN/PPN Bm.

213

2. Pilih periode pajak yang akan anda laporkan

214

3. Pilih tipe pelaporan yang akan dilaporkan, yaitu Pajak MasukanPajak Keluaran atau Pajak Masukan & Keluaran. Jika anda memilih tipe pelaporan Pajak Masukan & Pajak Keluaran, maka akan ditampilkan kedua transaksi Pajak Masukan dan Pajak Keluaran di Laporan SPT Masa.

215

4. Jika ada keperluan mengubah informasi kode dokumen ataupun tipe pajak, silakan klik 1x pada transaksi yang akan diubah dan akan tampil box informasi untuk mengubah informasi yang diperlukan atas transaksi tersebut.

216
5. Setelah semua transaksi sudah sesuai, klik pilihan efaktur pada pojok kanan atas untuk melakukan 
export data csv dari Accurate online. Data csv ini akan digunakan untuk keperluan impor transaksi ke aplikasi efaktur dari Dirjen Pajak.

217
6. Untuk ekspor transaksi 
csv, anda bisa memilih ‘unduh semua’ atau pilihan masing-masing transaksi sesuai dengan pilihan yang ada di Accurate online.

218

7. File expor transaksi efaktur akan terunduh dan tersimpan pada alamat penyimpanan download di komputer anda.

(Available for AOL Version)

Nah jangan sampai kelewatan yah untuk lapor SPT Tahunannya.

Yuks coba GRATIS 30 Hari SOFTWARE ACCURATE dan rasakan manfaatnya.

Dengan mencoba Software Accurate, Anda sudah mendapatkan value senilai 200 Ribu Loh!!

Mudahnya Isi SPT Pajak Via E-Filling

, , ,

Praktis Dengan Adanya E-Filing Wajib Pajak Tidak Perlu Antri.

Dapat Melaporkan SPT Tahunannya Secara Online.

Menjelang akhir Maret, para wajib pajak biasanya menyerbu Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di seluruh Indonesia guna melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak. Maklum, batas akhir pelaporan SPT Tahunan Penghasilan orang pribadi paling lambat 31 Maret 2016. Bagi ingin Anda yang mengisi dan melaporkan SPT Pajak, sebenarnya Anda tidak perlu repot-repot datang ke kantor pajak. Sekarang sudah tersedia metode online yang dikenal dengan nama e-Filing. Metode e-filing ini mempunyai beberapa keunggulan, antara lain:

Mudah, karena bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Cepat, karena dapat diisi via online dan anda tidak perlu mengantre.

Aman, karena kita menggunakan email pribadi dan tidak dapat diakses orang lain.

Untuk melakukan pengisian SPT lewat e-Filing, Anda terlebih dahulu harus mempunyai e-Fin (electronic filing identity number) yang bisa didapatkan dengan datang ke kantor pelayanan pajak terdekat. Setelah itu melakukan aktivasi dengan registrasi melalui situs www.pajak.go.id.

E-Fin ini nantinya dapat dipakai untuk pelaporan SPT secara online seumur hidup, jadi Anda tidak perlu lagi datang ke kantor pajak setiap tahunnya.

Berikut cara isi SPT Pajak Via e-filling :

Kemudahan Dalam Pelaporan SPT Tahunan Pajak

Dengan adanya fitur e-Filing, wajib pajak akan diuntungkan. Hal ini dikarenakan wajib pajak dapat melaporkan SPT Tahunan pajaknya melalui online (tidak perlu ke KPP), dimana saja, asalkan terkoneksi dengan internet. Pemerintah memberikan kemudahan bagi warganya untuk melaporkan SPT Tahunan.

Baca Juga :

 

Maret Bulan Laporan SPT, Bisakah Target 85 Persen Wajib Pajak Tercapai?

, , ,

Musim pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) telah dimulai. Dalam aturannya memang untuk SPT PPh Pribadi, batas waktu paling lambat 3 bulan setelah akhir tahun pajak. Sedangkan untuk SPT Badan satu bulan tambahan setelah batas waktu pelaporan pribadi.

Baca Juga :

Artinya, paling lambat wajib pajak pribadi melaporkan SPT tahun pajak 2018 pada 31 Maret 2019. Sedangkan untuk perusahaan melaporkan SPT Badan pada 30 April 2019. Jika  terlambat tentu saja ada sanksi denda.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) , dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pun mulai menyurati para Wajib Pajak (WP) untuk mengingatkan kewajiban pelaporan tersebut. Pada tahun kali ini pemberian surat lebih masif karena target yang ditetapkan juga cukup tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan tingkat kepatuhan pelaporan SPT PPh pada tahun ini 85 persen. Angka ini meningkat dibandingkan realisasi tahun lalu yang tercatat 71 persen.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan, menjelaskan bahwa telah ada 3,2 juta wajib pajak yang menyampaikan SPT PPh tahun pajak 2018. Sebagian besar melaporkan melalui sistem elektronik e-Filing.

“Saya sampaikan data sampai dengan hari Sabtu 2 Maret 2019 sudah 3,2 juta SPT yang disampaikan oleh masyarakat. Tumbuh 20,5 persen dari angka yang sama dari tahun lalu,” kata Robert.

Dari jumlah tersebut, 90 persen dilaporkan melalui e-Filing. Sedangkan sisanya 10 persen dilakukan secara langsung melalui kantor wilayah pajak.

Angka yang sudah melapor ini terhitung kecil mengingat jumlah wajib pajak orang pribadi mencapai lebih dari 17 juta Wajib Pajak, di mana sebanyak 12,5 juta wajib pajak melaporkan SPT pada tahun lalu.

Yuks guuys segera lapor pajak, warga negara yang baik, yang tertib bayar pajak.