Posts

Harus Tetap Lapor SPT Meski Sudah Tax Amnesty

, , ,

Memasuki bulan April ini, yang artinya menjelang berakhirnya pula program pemerintah mengenai pengampunan pajak atau biasa disebut dengan tax amnesty, Direktur Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan telah menetapkan dua kebijakan. Berikut kebijakan-kebijakan yang telah dicatat oleh Accurate Online sebagai Software Akuntansi bersertifikat Top Brand Indonesia, seperti yang dilansir pada Kumparan.

Kebijakan yang pertama adalah terkait dengan perpanjangan pelaporan SPT bagi wajib pajak orang pribadi hingga 21 April 2017. Meskipun begitu, masyarakat wajib pajak tetap diharuskan untuk melunasi pajak yang terutang, paling lambat pada tanggal 31 Maret 2017.

Keputusan tersebut sesuai tertulis dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-87/PJ/2017 tentang Pengecualian Pengenaan Sanksi Administrasi Berupa Denda atas Keterlambatan Penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang Menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi.

Keputusan ini diambil mengingat batas waktu pelaporan SPT Tahunan PPh bagi Wajib Pajak orang pribadi jatuh pada tanggal yang bersamaan dengan akhir program Amnesti Pajak, di mana Ditjen Pajak mengantisipasi terjadinya beban puncak sehubungan dengan dua kegiatan tersebut yang akan melibatkan sumber daya yang besar baik dari sistem informasi dan teknologi maupun pegawai Ditjen Pajak,” ujar Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi.

Kebijakan yang kedua, yaitu mengenai kewajiban pelaporan secara berkala dan terus menerus sesuai Pasal 13 Undang-undang Pengampunan Pajak kepada wajib pajak yang telah mengikuti tax amnesty dan telah medeklarasikan hartanya maupun melakukan repatriasi.

Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-03/PJ/2017 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pengawasan Harta Tambahan Dalam Rangka Pengampunan Pajak.

Bagi Wajib Pajak yang telah menyampaikan laporan sebelum Per-03/PJ/2017 ini berlaku pada 29 Maret 2017, harus menyampaikan laporan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam peraturan tersebut.

Selanjutnya Ditjen Pajak mengingatkan agar Wajib Pajak yang telah ikut serta dalam program Amnesti Pajak untuk memenuhi seluruh komitmen dan kewajiban yang berlaku sebagai bagian dari ketentuan program Amnesti Pajak, serta memenuhi ketentuan peraturan di bidang perpajakan sebagai Wajib Pajak yang taat,” jelasnya.

Bagi Anda yang telah dipusingkan mengenai pengurusan pembayaran pajak, Anda akan sangat membutuhkan bantuan agar bisnis Anda tetap bisa dijalankan dengan baik, dan tetap terkontrol supaya berjalan dengan lancar. Accurate Online, sebagai Software favorit Entrepreneur Indonesia dengan predikat Top Brand memiliki kelebihan dan kepraktisan yang dibutuhkan. Dengan teknologi yang berbasis cloud akan memudahkan Anda untuk mengontrol data di mana saja dan kapan saja selama terhubung dengan koneksi internet. Keunggulan lain yang dimiliki oleh Accurate Online, salah satunya adalah terpasang security data terenkripsi yang membuat data Anda aman dari ancaman hacker atau pihak-pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Kunjungi www.aboutaccurate.com untuk tahu manfaatnya lainnya dan mendapatkan penawaran terbaik.

Baca Juga :

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM LAPOR SPT PAJAK !!

, ,

Pelaporan pajak bagi setiap warga negara di Indonesia merupakan suatu kewajiban. Bagi masyarakat di seluruh Indonesia yang ingin melaporkan SPT Tahunan PPh secara elektronik, hal ini merupakan rutinitas krusial bahwa sebagai entrepreneur Anda diharapkan untuk kooperatif pada pemerintah, terlebih lagi yang berkaitan dengan transparansi keuangan perpajakan.


Baca Juga :

SOFTWARE ACCURATE ONLINE sebagai Software Akuntansi bersertifikat Top Brand Indonesia memiliki tips khusus yang perlu Anda ketahui sebelum memprosesnya. Pada umumnya, pelaporan secara elektronik atau menggunakan aplikasi e-Filing harus melalui komputer dan membuka situs website Direktoral Jenderal Pajak. Yang perlu Anda pahami dan ingat adalah saat mengakses situs pajak diharapkan jangan menggunakan browser safari.

Safari tidak bisa. Jadi apple harus pakai Mozzila Firefox,” terang Direktur Transformasi dan Informasi Ditjen Pajak, Iwan Djuniardi.

Iwan menyebutkan, dalam mengakses situs pajak, browser yang dapat digunakan adalah perangkat Google Chrome dan Mozilla Firefox. Hal ini perlu dijabarkan karena sampai saat ini, masih banyak masyarakat yang salah menggunakan browser dalam mengakses situs pajak untuk pelaporan SPT Tahunan sehingga proses tersebut menjadi gagal.

Diharapkan juga bagi Anda yang ingin melaporkan pajak agar memastikan kecepatan internet serta kuota sebelum mulai melakukan pengisian SPT agar dapat berjalan dengan lancar sampai selesai. Jangan lupa juga untuk menyiapkan dokumen- dokumen seperti bukti potong, daftar harta, serta dokumen lain yang dibutuhkan.

Iwan melanjutkan, berdasarkan pantauan Ditjen Pajak yang melaporkan SPT melalui elektronik setiap detiknya adalah sebanyak 200 orang. , yang artinya terdapat 3 juta orang per jam. Dalam jumlah yang banyak tersebut, tentunya dikhawatirkan akan menghambat layanan elektronik pelaporan SPT Tahunan PPh.

Kalau kita dari database itu kan, kapasitas kita terbatas dan bisa  down, malah kita batasin yang di depan, bukan down sebenarnya cuma lama. Apalagi ada yang di settingan komputer sudah lama,” jelasnya.

Lanjut Iwan, Ditjen Pajak juga bisa saja menambah kapasitas akses pelaporan SPT Tahunan pada situs pajak, namun, jika masyarakat belum mengetahui hal-hal yang krusial yang butuh dihindari saat menggunakan e-Filing, maka penambahan daya tersebut menjadi sebuah usaha yang sia-sia.

Batas waktu pelaporan SPT sesuai dengan UU KUP jatuh pada 31 Maret bagi wajib pajak (WP) orang pribadi dan 21 April bagi wajib pajak badan. Untuk batas waktu SPT pribadi diperpanjang karena pada saat yang bersama pelaksanaan program tax amnesty juga berakhir.

Jangan biarkan kerumitan pajak menjadi penghalang Anda untuk tetap mengontrol urusan Anda. Terutama, bagi Anda para pebisnis yang sudah dipadatkan dengan berbagai urusan. , Software Accurate Online menjadi solusi. Software pembukuan yang berpredikat Top Brand Indonesia tersebut selalu menjadi andalan bagi banyak pengusaha karena penggunaannya yang praktis karena telah berbasis cloud. Selain itu, banyak juga kelebihan lain yang dimiliki oleh Software Accurate Online seperti fitur Backup Otomatis yang membuat Anda tidak perlu khawatir data hilang atau server mengalami penurunan jaringan.

 

 

ASET (HARTA) APA SAJA YANG PERLU DILAPORKAN DI SPT ?

, ,

Tahukah Anda aset apa saja yang harus dilaporkan dalam SPT Tahunan?

Informasi ini sangat penting bagi Anda yang akan menyambut datangnya bulan pelaporan SPT Tahunan.

Aset yang Harus Dilaporkan dalam SPT Tahunan

Sebentar lagi sudah saatnya bagi wajib pajak untuk melaporkan SPT Tahunan yang akan berakhir di akhir bulan Maret (untuk Wajib Pajak Perorangan) dan akhir bulan April (untuk Wajib Pajak Badan).

Pada akhir tahun para Wajib Pajak disibukkan untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pelaporan SPT Tahunan.

Namun ada baiknya wajib pajak menengok Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-19/PJ/2014. Aturan ini mengatur detail bentuk formulir SPT pajak penghasilan wajib pajak orang pribadi dan wajib pajak badan beserta petunjuk pengisiannya. Bahkan aturan ini juga menyebutkan berbagai jenis harta yang harus dilaporkan ke dalam SPT pajak lengkap dengan nomor kode harta wajib pajak.

Meski begitu, seperti disampaikan Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama, pekan lalu, wajib pajak bisa berpedoman kepada azas materialitas dalam melaporklan harta non kas. Azas materialitas berarti pelaporan harta dalam SPT memperhitungkan apakah nilai harta tersebut siginifikan atau tidak terhadap total harta wajib pajak.

Sesuai Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-19/PJ/2014 menerangkan didalamnya harta apa saja yang harus dilaporkan Wajib Pajak dalam SPT Tahunannya:

1. Harta yang Sebelumnya Sudah Dilaporkan

Harta yang dimaksud disini adalah harta yang pada pelaporan SPT Tahunan sebelumnya telah dilaporkan oleh Wajib Pajak. Namun jika harta tersebut sudah dijual tidaklah perlu dilaporkan kembali.

2. Kas dan Setara Kas

Kas dan Setara Kas disini dimaksudkan adalah berupa uang tunai, tabungan (termasuk rekening koran), deposito, giro, obligasi, reksa dana, dan lainnya.

3. Aset yang Termasuk dalam Alat Transportasi

Alat transportasi yang dimaksud disini adalah seperti mobil, sepeda motor, kapal pesiar, pesawat terbang, helikopter dan lainnya.

4. Perhiasan

Perhiasan yang dimaksud disini adalah seperti logam mulia (emas batangan, perhiasan, dan lainnya) batu mulia (intan, berlian, batu mulia lainnya).

5. Harta Tidak Bergerak

Harta Tidak Bergerak yang dimaksud disini adalah peralatan lainnya seperti furniture, peralatan elektronik dan lainnya.

6. Tanah dan/atau Bangunan

Tanah dan/atau Bangunan yang dimaksud adalah Tanah dan/atau Bangunan tempat tinggal atau Tanah dan/atau Bangunan tempat usaha (seperti toko, pabrik, gudang dan sejenisnya).

Untuk pakaian, tas, sepatu atau peralatan rumah tangga seperti piring, pisau seperti itu sebenarnya tidak perlu dilaporkan ke dalam SPT Tahunan, namun jika harganya sangatlah mahal diharuskan dilaporkan dalam SPT Tahunan.

Setelah mengetahui informasi mengenai aset (harta) apa saja yang perlu dilaporkan wajib pajak, baik pribadi atau badan, diharapkan dapat lebih mudah untuk menghitung dan melaporkan SPT Tahunannya tepat waktu. Ingat warga negara yang baik, adalah warga negara yang taat bayar pajak.

Baca Juga :

  • Mudahnya Isi SPT Pajak Via E-Filling
  • Ada Fitur SPT Masa PPN/PPN Bm Di Software Accurate Yang Mempermudah Perusahaan Dalam Menghitung Pajaknya

 

Ada Fitur SPT Masa PPN/PPN Bm Di Software Accurate Yang Mempermudah Perusahaan Dalam Menghitung Pajaknya

, ,

SPT Masa PPN/PPN Bm merupakan fitur di Software Accurate yang berfungsi untuk melaporkan PPN dan PPN Bm keluaran dan masukan selama satu periode yang dapat membantu perusahaan dalam menghitung pajak perusahaannya.

Apalagi sekarang sudah memasuki bulan Maret, dimana wajib pajak pribadi dan wajib pajak badan diberikan waktu untuk melaporkan SPT Pajak Tahunannya sampai dengan tanggal 31 Maret 2019, dan jika terlambat akan dikenakan denda atau sanksi.

Untuk itu Software Accurate hadir untuk membantu para wajib pajak dalam menyiapkan laporan pajaknya. Supaya wajib pajak dapat segera melaporkan SPT Pajak Tahunannya dan tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan.

Baca Juga :

Membuat SPT Masa PPN / PPN Bm

Untuk dapat membuat SPT Masa PPN/PPN Bm, caranya sbb :

1. Klik menu Laporan | SPT Masa PPN/PPN Bm.

213

2. Pilih periode pajak yang akan anda laporkan

214

3. Pilih tipe pelaporan yang akan dilaporkan, yaitu Pajak MasukanPajak Keluaran atau Pajak Masukan & Keluaran. Jika anda memilih tipe pelaporan Pajak Masukan & Pajak Keluaran, maka akan ditampilkan kedua transaksi Pajak Masukan dan Pajak Keluaran di Laporan SPT Masa.

215

4. Jika ada keperluan mengubah informasi kode dokumen ataupun tipe pajak, silakan klik 1x pada transaksi yang akan diubah dan akan tampil box informasi untuk mengubah informasi yang diperlukan atas transaksi tersebut.

216
5. Setelah semua transaksi sudah sesuai, klik pilihan efaktur pada pojok kanan atas untuk melakukan 
export data csv dari Accurate online. Data csv ini akan digunakan untuk keperluan impor transaksi ke aplikasi efaktur dari Dirjen Pajak.

217
6. Untuk ekspor transaksi 
csv, anda bisa memilih ‘unduh semua’ atau pilihan masing-masing transaksi sesuai dengan pilihan yang ada di Accurate online.

218

7. File expor transaksi efaktur akan terunduh dan tersimpan pada alamat penyimpanan download di komputer anda.

(Available for AOL Version)

Nah jangan sampai kelewatan yah untuk lapor SPT Tahunannya.

Yuks coba GRATIS 30 Hari SOFTWARE ACCURATE dan rasakan manfaatnya.

Dengan mencoba Software Accurate, Anda sudah mendapatkan value senilai 200 Ribu Loh!!

Mudahnya Isi SPT Pajak Via E-Filling

, , ,

Praktis Dengan Adanya E-Filing Wajib Pajak Tidak Perlu Antri.

Dapat Melaporkan SPT Tahunannya Secara Online.

Menjelang akhir Maret, para wajib pajak biasanya menyerbu Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di seluruh Indonesia guna melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak. Maklum, batas akhir pelaporan SPT Tahunan Penghasilan orang pribadi paling lambat 31 Maret 2016. Bagi ingin Anda yang mengisi dan melaporkan SPT Pajak, sebenarnya Anda tidak perlu repot-repot datang ke kantor pajak. Sekarang sudah tersedia metode online yang dikenal dengan nama e-Filing. Metode e-filing ini mempunyai beberapa keunggulan, antara lain:

Mudah, karena bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Cepat, karena dapat diisi via online dan anda tidak perlu mengantre.

Aman, karena kita menggunakan email pribadi dan tidak dapat diakses orang lain.

Untuk melakukan pengisian SPT lewat e-Filing, Anda terlebih dahulu harus mempunyai e-Fin (electronic filing identity number) yang bisa didapatkan dengan datang ke kantor pelayanan pajak terdekat. Setelah itu melakukan aktivasi dengan registrasi melalui situs www.pajak.go.id.

E-Fin ini nantinya dapat dipakai untuk pelaporan SPT secara online seumur hidup, jadi Anda tidak perlu lagi datang ke kantor pajak setiap tahunnya.

Berikut cara isi SPT Pajak Via e-filling :

Kemudahan Dalam Pelaporan SPT Tahunan Pajak

Dengan adanya fitur e-Filing, wajib pajak akan diuntungkan. Hal ini dikarenakan wajib pajak dapat melaporkan SPT Tahunan pajaknya melalui online (tidak perlu ke KPP), dimana saja, asalkan terkoneksi dengan internet. Pemerintah memberikan kemudahan bagi warganya untuk melaporkan SPT Tahunan.

Baca Juga :

 

Maret Bulan Laporan SPT, Bisakah Target 85 Persen Wajib Pajak Tercapai?

, , ,

Musim pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) telah dimulai. Dalam aturannya memang untuk SPT PPh Pribadi, batas waktu paling lambat 3 bulan setelah akhir tahun pajak. Sedangkan untuk SPT Badan satu bulan tambahan setelah batas waktu pelaporan pribadi.

Baca Juga :

Artinya, paling lambat wajib pajak pribadi melaporkan SPT tahun pajak 2018 pada 31 Maret 2019. Sedangkan untuk perusahaan melaporkan SPT Badan pada 30 April 2019. Jika  terlambat tentu saja ada sanksi denda.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) , dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pun mulai menyurati para Wajib Pajak (WP) untuk mengingatkan kewajiban pelaporan tersebut. Pada tahun kali ini pemberian surat lebih masif karena target yang ditetapkan juga cukup tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menargetkan tingkat kepatuhan pelaporan SPT PPh pada tahun ini 85 persen. Angka ini meningkat dibandingkan realisasi tahun lalu yang tercatat 71 persen.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan, menjelaskan bahwa telah ada 3,2 juta wajib pajak yang menyampaikan SPT PPh tahun pajak 2018. Sebagian besar melaporkan melalui sistem elektronik e-Filing.

“Saya sampaikan data sampai dengan hari Sabtu 2 Maret 2019 sudah 3,2 juta SPT yang disampaikan oleh masyarakat. Tumbuh 20,5 persen dari angka yang sama dari tahun lalu,” kata Robert.

Dari jumlah tersebut, 90 persen dilaporkan melalui e-Filing. Sedangkan sisanya 10 persen dilakukan secara langsung melalui kantor wilayah pajak.

Angka yang sudah melapor ini terhitung kecil mengingat jumlah wajib pajak orang pribadi mencapai lebih dari 17 juta Wajib Pajak, di mana sebanyak 12,5 juta wajib pajak melaporkan SPT pada tahun lalu.

Yuks guuys segera lapor pajak, warga negara yang baik, yang tertib bayar pajak.

Fitur Import Faktur Pajak di Software Accurate, Mempermudah Wajib Pajak Dalam Melaporkan SPT Tahunannya

,

Import Faktur Pajak di Software Accurate

Import Faktur Pajak merupakan fitur di Software Accurate yang berfungsi untuk memasukan faktur pajak yang telah diupload ke e-SPT dan mendapat approved dari DJP. Tujuannya agar faktur-faktur tadi bisa didokumentasi di database  Accurate Online dan juga bisa dikirimkan kepada customer yang membutuhkan bukti fisik faktur pajaknya melalui email.

Membuat Impor Faktur Pajak

Langkah-langkah untuk membuat Impor Faktur Pajak di Software Accurate adalah sbb:

1. Pastikan data faktur pajak sudah diupload dan mendapat status approved dari DJP

pjk

2. Setelah mendapat status Approval Sukses, klik pada PDF atau bisa juga klik kanan pada baris tsb pilih PDF.

pjk1

3. Selanjutnya masuk ke Accurate Online Anda dan klik menu Laporan | Impor Faktur Pajak.

pjk4

4. Klik Impor Faktur Pajak.

pjk2

5. Ambil file PDF yang sudah didapat dari e-SPT, kemudian klik Open.

6. Jika berhasil akan dikonfirmasi seperti pada gambar di bawah ini.

pjk3

Email Faktur Pajak

Email Faktur Pajak merupakan fitur di Accurate Online yang berfungsi untuk mengirimkan faktur pajak keluaran kepada pelanggan, setelah berhasil diimport dari fitur Impor Faktur Pajak.

Membuat Email Faktur Pajak

Untuk mengirimkan faktur pajak keluaran kepada pelanggan setelah berhasil mengimpor melalui Impor Faktur Pajak, langkah-langkahnya adalah sbb:

1. Dari menu Laporan | Email Faktur Pajak.

pjk5

2. Pada Email Faktur Pajak, Accurate Online akan otomatis mencocokan Faktur Penjualan dengan Bukti Faktur Pajak PPN Keluaran yang telah di upload berdasarkan nomor seri faktur pajak-nya.

pjk6

3. Pilih alamat email kontak pelanggan yang akan Anda jadikan tujuan untuk mengirimkan Bukti Faktur Pajak PPN Keluaran tersebut pada field “Email’. Email ini dapat Anda masukan pada Daftar Master Pelanggan.

4. Setelah memilih alamat email, untuk mengirimkan bukti faktur pajak PPN Keluaran-nya silakan klik icon Email.

5. Jika sudah di email, maka Bukti Faktur Pajak PPN Keluaran akan hilang dari daftar Email Faktur Pajak.

Available for Accurate Online

 

YUKS COBA GRATIS 30 HARI SOFTWARE ACCURATE

DENGAN TRIAL SOFTWARE ACCURATE

ANDA MENDAPATKAN VALUE SENILAI 200 RIBU